Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Gelar Wisuda Ke 40, Diikuti 2588 Wisudawan dan Wisudawati

Menurutnya, Polsri menyadari bahwa keberhasilan Polsri dalam menarik banyak calon mahasiswa dan menciptakan alumni yang dihargai di pasar tenaga kerja tidak terwujud tanpa dukungan bersama semua pihak. Proses pendidikan yang komprehensif, fasilitas yang memadai, dan dukungan berkelanjutan telah membentuk lulusan Polsri yang siap untuk bersaing di dunia kerja.
Khususnya kepada para mitra industri yang telah membuka pintu bagi mahasiswa kami untuk menjalani kegiatan magang, kami ingin menyampaikan penghargaan yang sangat mendalam. Keterlibatan langsung dalam lingkungan kerja telah memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa kami dan membantu mereka memahami dunia industri secara praktis.
“Dengan kerjasama dan dukungan yang berkelanjutan dari pihak industri, kami yakin bahwa Polsri akan terus berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama yang telah terjalin selama ini, dan kami berharap agar kerjasama ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” harapnya.
Ia menambahkan bahwa wisuda sering dianggap sebagai pencapaian besar, namun sebetulnya itu hanyalah langkah awal dari perjalanan karier yang sesungguhnya. Era Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan perubahan teknologi yang sangat cepat, seperti Al, IoT, otomatisasi, dan big data. Perubahan ini menuntut kita untuk tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga keterampilan lain seperti berpikir kritis, berinovasi, dan mampu beradaptasi dengan cepat.
Hari ini menjadi tonggak penting dalam hidup para wisudawan, dengan perubahan status dari mahasiswa menjadi Ahli Madya, Sarjana Terapan, atau Magister. Perubahan ini bukan hanya soal gelar, tetapi juga tanggung jawab yang lebih besar, termasuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Mereka yang tidak mampu beradaptasi atau meningkatkan keterampilan bisa tertinggal. Inovasi dan kemampuan beradaptasi adalah kunci untuk tetap relevan di dunia profesional yang terus berubah.
Di era revolusi industri 4.0 saat ini, konsep Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka telah menjadi pilar utama dalam pendidikan Indonesia. Kampus Merdeka adalah visi besar yang mendorong pendidikan yang lebih bermakna, relevan, dan sesuai dengan tuntutan zaman.
“Saya yakin bahwa pendidikan tidak hanya sebatas mengikuti kelas dan kurikulum yang telah ditentukan, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat mengambil inisiatif dan tanggung jawab pribadi terhadap pembelajaran dan pertumbuhan kita.Oleh karena itu, menjadi lulusan perguruan tinggi bukanlah akhir dari perjalanan pembelajaran kita, melainkan awal dari semangat Merdeka Belajar yang akan membentuk karakter kita. Merdeka Belajar adalah konsep yang sangat penting, yang mengingatkan kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani proses belajar sepanjang hidup,” pungkasnya.
Senada dengan itu, Pj Gubernur Sumsel diwakili oleh Asisten 2 Pemprov Sumsel Ir Basyaruddin Akhmad, M.Sc mengucapkan apresiasi kepada Polsri yang terus melahirkan para wisudawan dan wisudawati yang akan berkontribusi kepada bangsa Indonesia.


