Advertisement

Polemik Perpanjangan Masa Jabatan Kades, Disebut Niat Buruk Politisasi dan Suburkan Oligarki Desa. Komunikolog Juga Sentil Soal Mafia Tanah

SOLO RAYA
Senin, 26 Jun 2023  17:12
Polemik Perpanjangan Masa Jabatan Kades, Disebut Niat Buruk Politisasi dan Suburkan Oligarki Desa. Komunikolog Juga Sentil Soal Mafia Tanah
Foto: Aksi demo kepala desa se-Indonesia di depan gedung DPR RI menuntut masa jabatan diperpanjang. (net)

SOLORAYA - Polemik wacana perpanjangan masa jabatan kepala desa dari enam tahun menjadi sembilan tahun terus bergulir, bahkan tidak sedikit pula harapan berbagai lapisan agar hal tersebut ditolak DPR dan pemerintah.

Selain tuai banyak sorotan, hal itu diduga juga bernuansa politis dengan tukar guling dukungan menuju kontestasi pemilu 2024, usulan tersebut disebut sama sekali tidak relevan dengan urgensi kebutuhan pembenahan desa. Sebaliknya, akomodasi atas usulan tersebut akan menyuburkan oligarki di desa dan politisasi desa.

Perlu diketahui, bukan rahasia umum posisi Desa hingga saat ini kondisinya masih dilingkupi sejumlah masalah, mulai dari tata kelola keuangan yang masih eksklusif dari partisipasi bermakna (meaningful participation) masyarakat hingga korupsi. Akibatnya, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa belum optimal.

Advertisement

Baca juga: Diduga Selewengkan Tanah Kas Desa, Kades Gedongan Colomadu Karanganyar di Laporkan ke Kejari. Kini di Berhentikan Tidak Hormat dari Jabatannya

Oleh karena itu, pengambil kebijakan, baik itu eksekutif maupun legislatif, seharusnya fokus urun rembuk membenahi regulasi dan sistem yang efektif meningkatkan kemajuan pembangunan desa, termasuk didalamnya mereduksi potensi korupsi. Bukan menyambut usulan yang justru akan memperburuk masalah di desa.

Salah satu tokoh Komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan akhirnya angkat bicara, menilai permintaan para kades tersebut sangat konyol dan sama sekali tidak memiliki alasan logis. Menurutnya, permintaan kepala desa (kades) untuk perpanjangan masa jabatannya seharusnya tidak perlu digubris apalagi dikabulkan karena jika masa jabatan kades betul-betul diperpanjang maka bakal menimbulkan banyak persoalan, salah satunya secara sederhana yakni sengketa kepemilikan tanah juga. 

Advertisement Jaro Ade

Mencuat diberbagai publik, bagaimana sepak terjang permainan oknum-oknum kepala desa yang membuat praktik mafia tanah menjadi tumbuh subur. Kemudian seiring dengan status Indonesia sebagai negara berkembang dan telah memiliki sejarah kemerdekaan yang panjang maka seharusya wilayah Kabupaten di Indonesia berkurang seiring bertambahnya Kota.

``Kabupaten sendiri masih terdapat desa-desa, sementara wilayah Kota tidak. Keberadaan kepala desa yang dipilih langsung juga menjadi kontra-administrasi dengan Bupati sebagai kepala daerah, sebab banyak oknum kepala desa merasa memiliki kewenangan sendiri karena merasa dipilih langsung oleh rakyat, apalagi sejak adanya dana Rp 1 miliar untuk satu desa. Nah, hal ini menyebabkan kepala desa menjadi raja kecil di tempatnya,""bebernya.

Rangkaian yang sama juga diuraikan, oleh tren penindakan korupsi yang diinventarisir Indonesia Corruption Watch (ICW) setiap tahun menunjukkan fenomena mengkhawatirkan terkait dengan desa.

Advertisement

Baca juga: Polemik Pasar Sukowati Sragen Tak Kunjung Reda, Kontraktor Dengan Sub Kontraktor Tuai Sorotan

Dari data mencatat, korupsi di level desa konsisten menempati posisi pertama sebagai sektor yang paling banyak ditindak atas kasus korupsi oleh aparat penegak hukum sejak 2015-2021. Sepanjang tujuh tahun tersebut, terdapat 592 kasus korupsi di desa dengan nilai kerugian negara mencapai Rp 433,8 miliar.

1
2
3
Berikutnya
TAG:
Jabatan
Polemik
Kades
Politisasi

Berita Terkait
1
2
3
4
5
6
7

Indonesia Indicator: Polri Ikut Andil Suksesnya World Water Forum

Nasional   Minggu, 26 Mei 2024  20:08

Kasus Vina Cirebon, Indonesia dianggap darurat hukum, Hotman Paris minta bantuan Jokowi

Hukum   Minggu, 26 Mei 2024  19:31

Polda Jabar nyatakan tidak ada lagi DPO dan tidak ada pejabat terlibat dalam kasus pembunuhan..

Hukum   Minggu, 26 Mei 2024  16:07

Dihadirkan dalam konpers, Pegi berontak dan bantah keterangan polisi

Hukum   Minggu, 26 Mei 2024  14:44

Pengeboran Ilegal Driling Di Keluang di Duga Menelan Korban

Sumsel   Minggu, 26 Mei 2024  14:06

Pengedar tramadol dan hexymer di Pandeglang dibekuk polisi

DAERAH   Minggu, 26 Mei 2024  09:56

Terindikasi banyak kecurangan, Bupati dan Walikota diminta awasi Stasiun Pengisian Elpiji (SPBE)..

EKONOMI   Minggu, 26 Mei 2024  09:52

60 Panwascam Se-OKU Timur Resmi Dilantik, Ini Pesan Bupati Enos

OKU TIMUR   Minggu, 26 Mei 2024  09:00

Ayah Eky terkesan enggan tuntaskan kasus Vina Cirebon, Pengacara: apa yang anda takutkan?

HUKUM   Minggu, 26 Mei 2024  08:15

Netizen geram! Pemotor di Purwakarta jatuh terlindas truk gegara polisi, malah keluarga korban..

DAERAH   Minggu, 26 Mei 2024  07:31

Cisadane Meluap, Benyamin: "Prioritaskan Bantuan Terdistribusi ke Masyarakat yang terdampak!"..

BANTEN   Minggu, 26 Mei 2024  06:41

Pemdes Ulak Ata tuntaskan berbagai pembangunan fisik bersumber dari DD TA.2024

LAMPUNG   Sabtu, 25 Mei 2024  22:10

Kang Asep Japar Menyapa Warga Desa Palasari Girang Dengan Penuh Kharisma

JABAR   Sabtu, 25 Mei 2024  21:19

Kang Asep Japar Berkunjung ke Ponpes Yatim Nurul Muhtadiin Bojonggenteng Sukabumi

JABAR   Sabtu, 25 Mei 2024  21:04

Kasdim 0418/Palembang Pimpin Gotong Royong Pembersihan Puing-Puing Pasca Kebakaran

SUMSEL   Sabtu, 25 Mei 2024  19:34

Situasi Kamtibmas Wilkum Sanga Desa Tidak Kondusif, Masyarakat dan LSM POSE RI Bakal Demo di..

SUMSEL   Sabtu, 25 Mei 2024  18:38

Pria di Bogor Dianiaya hingga Tewas, Lalu Dibuang ke Tamansari, Polisi Ungkap Kronologi dan..

DAERAH   Sabtu, 25 Mei 2024  18:26

17 KK di Jaktim mengungsi akibat kali Ciliwung meluap

DAERAH   Sabtu, 25 Mei 2024  18:08

11 SPBE culas!!! Isi gas melon dikurangi, kerugian hingga 19,5 M

EKONOMI   Sabtu, 25 Mei 2024  16:36

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami Soroti Skandal Pemilihan PPK di KPUD

JABAR   Sabtu, 25 Mei 2024  16:33

Hujan Deras, Kota Bogor Dilanda Bencana, 6 Jiwa Terancam

DAERAH   Sabtu, 25 Mei 2024  15:42

Jokowi bersama Gibran dan cucu liburan ke Candi Borobudur

NASIONAL   Sabtu, 25 Mei 2024  14:46

Korban Panah di Langgur Selamat, Keluarga Rahabav Sampaikan Terimakasih Kepada Kapolda

DAERAH   Sabtu, 25 Mei 2024  14:20

Bus rombongan Study Tour kecelakaan di OKI. Sopir kabur, 2 tewas dan 25 luka-luka

SUMSEL   Sabtu, 25 Mei 2024  14:09

Polisi dianggap salah tangkap, kuasa hukum Pegi Setiawan ajukan praperadilan

HUKUM   Sabtu, 25 Mei 2024  12:15
Selengkapnya
Bagikan Facebook
Bagikan X
Bagikan Whatsapp
Bagikan Telegram
Copy Link