Advertisement

Peristiwa horor yang menimpa bocah di Sukabumi, Bupati: Itu salah kita

HUKUM
Kamis, 09 Mei 2024  20:28
Peristiwa horor yang menimpa bocah di Sukabumi, Bupati: Itu salah kita
Foto: Terduga pelaku saat melakukan rekonstruksi aksi pembunuhan dan sodomi yang dilakukannya kepada temannya.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami buka suara terkait peristiwa horor kasus pelajar SMP berinisial S (14) menyodomi dan menghabisi nyawa bocah inisial MA (6) di Kecamatan Kadudampit.

Dia mengakui, peristiwa yang terjadi itu merupakan kesalahan kolektif seluruh pihak. Menurutnya, faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab utama kurangnya pengawasan terhadap anak.

"Ya itu kesalahan kita bersama ya, faktor ekonomi sangat dominan ketika ibu bapaknya bekerja di luar dan anak tidak terkontrol misalnya, ini menjadi sorotan yang luar biasa semua masyarakat," kata Marwan.

Advertisement

Baca juga: Kondisi kejiwaan Tarsum yang mutilasi istri membaik, sudah bisa jawab pertanyaan dokter

Dia mengatakan, pemerintah memiliki keterbatasan dalam mengontrol perilaku masyarakat. Oleh sebab itu, kata dia, penanganan kasus seperti ini harus melibatkan berbagai pihak.

"Fungsi sosial ini tidak bisa berpikir hanya satu arah, tidak linier tetapi harus seluruh persoalan dari mulai guru ngaji dan guru sekolah. Hari ini saya menekankan sesuai dengan Rasul mengatakan kepada Ali, didik anak kita sesuai zamannya," ujarnya.

Advertisement Jaro Ade

"Zaman ini zaman teknologi, mengakses begitu mudah, makannya kunaon budak letik memerkosa da budak letik ningali tayangan (kenapa anak memerkosa anak karena melihat tayangan). Makannya tadi bagaimana Tiktok, Instagram dibatasi karena pengaruhnya sangat luar biasa," tutupnya.

Sementara itu, Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (KemenPPPA) RI turun tangan mengawal kasus tersebut untuk memastika proses hukum tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

"Kami hadir di sini untuk memastikan beberapa kasus. Contoh kasus yang baru saja terjadi di mana anak melakukan perbuatan yang masuk kategori pencabulan terhadap anak dan mengakibatkan korban meninggal," kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA, Nahar di Sukabumi, Kamis (9/5/2024).

Advertisement

Baca juga: Polisi tunggu hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku mutilasi di Ciamis

Dia mengatakan, penanganan perkara tersebut tidak hanya sampai pada proses hukum. Pihaknya bertanggungjawab untuk mencegah kejadian serupa.

1
2
Berikutnya
TAG:
pembunuhan
sodomi
sukabumi
pppa

Berita Terkait
1
2
3
4
5
6
7

Hubungi 112 atau Whatsapp call center 0812-1200-4664/0812-1200-9669 Bila melihat atau menemukan..

Banten   Selasa, 28 Mei 2024  09:03

Reza: Program CCTV Desa Itu Berdasarkan Ide Bupati Musi Rawas

Sumsel   Selasa, 28 Mei 2024  08:20

Usai diperiksa penyidik, Linda teman Vina Cirebon: semoga kasusnya cepat selesai, kasihan banyak..

Hukum   Selasa, 28 Mei 2024  07:13

Ratusan mobil dinas Pemprov Banten senilai Rp25 M hilang

Tipikor   Selasa, 28 Mei 2024  06:33

Kapolresta Bogor Kota Pimpin Apel Gabungan TNI, Polri dan Sat Pol PP, Dalam Mencegah Gangguan..

Daerah   Senin, 27 Mei 2024  22:04

SMAN 17 Palembang Terbaik Lomba Perpustakaan Tingkat Sumsel

SUMSEL   Senin, 27 Mei 2024  21:39

Deklarasi PPDB Tahun 2024/2025 di Palembang: Ratu Dewa Tekankan Pentingnya Validitas Data dan..

SUMSEL   Senin, 27 Mei 2024  21:25

Gercep Polisi Ungkap Peran 3 Pembobol ATM Picu Kebakaran Minimarket di Bogor

DAERAH   Senin, 27 Mei 2024  21:19

H. Asep Japar Melangkah Mantap Dengan Dukungan H.Marwan Hamami

JABAR   Senin, 27 Mei 2024  21:03

Polsek Bogor Barat menempatkan standing banner nomor pengaduan Polresta Bogor Kota

DAERAH   Senin, 27 Mei 2024  20:44

Hotman Paris upload video arwah Vina kembali rasuki Linda untuk kedua kali

HUKUM   Senin, 27 Mei 2024  20:28

Sofyan, caleg terpilih PKS diduga pakai hasil jual narkoba untuk keperluan pileg

HUKUM   Senin, 27 Mei 2024  19:57

Caleg terpilih dari PKS dibekuk polisi, bos 70kg sabu

HUKUM   Senin, 27 Mei 2024  18:08

Program PTSL Desa Karang Baru Kecamatan Sumber Marga Telang, diduga kuat jadi ajang pungli..

SUMSEL   Senin, 27 Mei 2024  18:07

Bangkitkan minat membaca, INFOHUM TEDUH gandeng komunitas atau organisasi yang sejalan

JATENG   Senin, 27 Mei 2024  17:42

Kenaikan UKT di seluruh perguruan tinggi negeri dibatalkan

NASIONAL   Senin, 27 Mei 2024  17:03

Tunjang sektor pertanian, Pemerintah Desa Sumber Mulya Prioritaskan Pembangunan Jembatan

SUMSEL   Senin, 27 Mei 2024  15:49

Championship Tingkat Nasional 2024, Pesilat Sudahan Bertabur Medali

SUMSEL   Senin, 27 Mei 2024  15:45

Ketua Yayasan Makelar Amal Indonesia Bagikan Sembako untuk Korban Kebakaran di Kalidoni

SUMSEL   Senin, 27 Mei 2024  15:33

Linda, sosok penting dalam kasus Vina Cirebon dikabarkan ditemukan dan alami depresi

HUKUM   Senin, 27 Mei 2024  13:58

Ini fungsi Govtech Ina Digital yang diluncurkan Jokowi

NASIONAL   Senin, 27 Mei 2024  13:16

Jelang 12 hari POPDA XI Banten, Kota Tangerang siapkan 379 Atlet

BANTEN   Senin, 27 Mei 2024  13:12

Kegiatan Posyandu Remaja jadikan Generasi yang Tumbuh Sehat dan Produktif

BANTEN   Senin, 27 Mei 2024  10:18

Puluhan relawan Asep Japar Gelar Nobar di Sertai Konsolidasi Satukan Visi Misi Untuk Bupatikan..

JABAR   Senin, 27 Mei 2024  00:07

Ketua LGS DPD Sukabumi Pupung Puryanto Menyoroti Demo-Demo yang Dibatalkan, Ada Apa Ini ?

JABAR   Minggu, 26 Mei 2024  23:58
Selengkapnya
Bagikan Facebook
Bagikan X
Bagikan Whatsapp
Bagikan Telegram
Copy Link