Pemkab Tangerang Kembali Raih Penghargaan Insentif Fiskal Kategori PPKE
Menurut dia, penurunan ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti akurasi data sasaran, konvergensi program, kualitas pelaksanaan program, penyesuaian standar garis kemiskinan ekstrem, hingga regulasi pelaksanaan penghapusan kemiskinan ekstrem yang akan berakhir pada tahun 2024 ini. Untuk itu kolaborasi dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan termasuk kinerja dan peran aktif seluruh kepala daerah perlu terus dioptimalkan.
"Kita perlu menjaga agar tren penurunan ini terus berlanjut melalui kolaborasi dan kerja seluruh pemangku kepentingan termasuk kinerja dan peran aktif seluruh kepala daerah," tandasnya
Ma'ruf Amin menambahkan sistem penyasaran yang berlaku nasional dan terintegrasi perlu dikembangkan agar berbagai data yang ada di berbagai kementerian dan lembaga dapat tergabung antara satu dan lainnya. Melalui data yang terintegrasi ini akan membuat pemerintah lebih mudah memastikan agar rumah tangga miskin ekstrim menerima seluruh program yang ada.
"Data yang terintegrasi ini, efektivitas implementasi program, baik ketepatan sasaran, jumlah maupun waktu penyaluran program dengan mengedepankan kelompok rentan seperti lansia tunggal, penyandang disabilitas, pekerja migran dan kepala keluarga perempuan akan lebih memudahkan pemerintah memastikan seluruh rumah tangga miskin ekstrem menerima seluruh program yang ada," jelasnya.
Ia mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kinerja seluruh kepala daerah yang telah melaksanakan Instruksi Presiden No: 4 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Secara Tepat Sasaran dengan baik sehingga target penghapusan kemiskinan mendekati nol persen sudah bisa tercapai.
"Saya ucapkan selamat kepala daerah yang berkinerja baik. Semoga insentif fiskal ini dapat mendorong kinerja yang lebih baik lagi dan semakin menjangkau kelompok miskin keluarga miskin melalui berbagai program di daerah," ucapnya.(Yus/ARM)


