OPINI: Bagai Makan Kacang Lupa Pada Kulitnya, Hidup Tidak Luput dari Hukum Resonansi
“Hidup Tidak Luput Dari Hukum Resonansi”
Hukum resonansi itu nyata dan faktual. Apa saja yang kita lakukan, baik yang tampak oleh orang lain, maupun yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi tak akan pernah luput dari hukum resonansi.
Bila kita menolong orang dengan ikhlas, mungkin saja orang yang kita tolong, tak akan pernah memiliki kesempatan untuk menolong kita. Tapi pasti akan ada saatnya orang lain yang mungkin sama sekali tidak dikenal yang akan menolong kita dalam kondisi dan situasi yang membahayakan kehidupan kita.
“Sepotong Pengalaman Hidup”
Dalam perjalanan hidup, seringkali dalam kondisi bahaya dan kritis, kita ditolong oleh orang yang sama sekali tidak di kenal.
Umpamanya, ketika kita tenggelam di sungai dan dilaut dan ketika single accident, kita terkapar tidak sadarkan diri di jalan raya. Peristiwa peristiwa inilah yang kita jadikan pelajaran hidup, bahwa tidak ada perbuatan baik yang sia sia. Tidak percuma kita sering membantu orang yang sedang dalam membutuhkan pertolongan, walaupun orang yang kita tolong, bahkan tidak tahu, bahwa kita yang menolongnya. Ternyata ada waktunya, kita juga ditolong orang yang tidak kita kenal.
Intinya adalah sekecil apapun pertolongan orang kepada kita, apalagi bila ada orang yang telah berbaik hati membantu kita menemukan jalan untuk menuju kepada kesuksesan, jangan pernah kita menjadi seperti kacang lupa pada kulitnya.
Mungkin kita tidak dapat membalas kebaikan orang yang sama, tapi kita dapat mengaplikasikan rasa terima kasih kita, dengan menerapkan hidup saling tolong menolong kepada siapapun.
Menolong orang adalah menolong diri sendiri. Berbuat baik kepada orang lain adalah berbuat baik untuk diri kita sendiri. Karena apapun yang kita lakukan, akan beresonansi pada alam semesta dan akan kembali lagi kepada kita dengan berlipat ganda.


