Menilik Kabut Hitam Ritual Seks 7 Malam di Gunung Kemukus Sragen Jawa Tengah dan Sekilas Kisah Perjalanan Pangeran Samudro

Menilik Kabut Hitam Ritual Seks 7 Malam di Gunung Kemukus Sragen Jawa Tengah dan Sekilas Kisah Perjalanan Pangeran Samudro
 
JATENG-DIY
Sabtu, 23 Apr 2022  00:08

Paska penutupan, memang terlihat sepi, namun ada beberapa warung makan dan penginapan yang nekat masih buka. Sejumlah wanita penghibur masih ada, tapi tidak berani terang-terangan, sembunyi-sembunyi praktiknya.

Lalu, siapa Pangeran Samudro yang makamnya ada di gunung Kemukus? Mengutip dari berbagai sumber, Pangeran Samudro adalah putra Raja Majapahit terakhir dari ibu selir. Ketika Kerajaan Majapahit runtuh, Pangeran Samudro tidak ikut melarikan diri seperti saudara-saudaranya yang lain.

Bahkan beliau bersama ibunya ikut diboyong ke Demak Bintoro oleh Sultan Demak. Pada waktu itu beliau telah berusia 18 tahun.

Selama berada di Demak, Pangeran Samudro mendapat bimbingan ilmu agama dari Sunan Kalijaga. Ketika dirasa cukup dan usianya telah semakin dewasa maka atas petunjuk dari Sultan Demak melalui Sunan Kalijaga, Pangeran Samudro diperintahkan untuk berguru tentang agama Islam kepada Kyai Ageng Gugur dari Desa Pandan Gugur di lereng Gunung Lawu.

Ia sekaligus mengemban misi suci untuk menyatukan saudara-saudaranya yang telah tercerai berai. Pangeran Samudro mentaati nasehat tersebut dan pergi berguru pada Kyai Ageng Gugur dengan didampingi oleh dua abdinya yang setia.

Selama berguru kepada Kyai Ageng Gugur, Pangeran diberi ilmu tentang intisari ajaran Islam secara mendalam. Selama itu pula, Pangeran tidak mengetahui bahwa Kyai Ageng Gugur sebenarnya adalah kakaknya sendiri.

Ketika dirasa Pangeran Samudro telah menguasai ilmu yang diajarkan, Kyai Ageng Gugur baru menceritakan siapa beliau sesungguhnya. Betapa terkejutnya Pangeran Samudro mendengar cerita tersebut, karena beliau teringat akan amanat Sultan Demak untuk menyatukan saudara-saudaranya.

Akhirnya, Pangeran Samudro menceritakan tentang amanat tersebut. Ternyata Kyai Ageng Gugur bisa menerima dan bersedia dipersatukan kembali dan ikut membangun Kerajaan Demak.

Setelah selesai berguru dan tercapai maksud tujuannya, Pangeran Samudro dan dua abdinya kembali ke Demak. Mereka berjalan ke arah barat dan sampailah mereka di Desa Gondang Jenalas (sekarang wilayah Gemolong), kemudian mereka beristirahat untuk melepaskan lelah.

<<
1
2
3
4
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#gunung kemukus
#sragen
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita