Mengenal ''Brain Cipher'', ransomware yang lumpuhkan Pusat Data Nasional
Ilustrasi.
Selasa, 25 Jun 2024 17:27
Untuk membayar tebusan, korbannya diberi ID enkripsi untuk dimasukkan ke dalam situs mereka di dark web.
Symantec menduga mereka menggunakan taktik yang biasa dipakai, termasuk melalui initial access brokers (IAB) dan phishing.
Mereka mengeksploitasi celah yang ada di aplikasi untuk publik, atau menjebol Remote Desktop Protocol (RDP).
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
JABAR | 11 menit lalu
Dinas PU Kabupaten Sukabumi Bangun TPT di Ruas Jalan Cipamatutan–Sukatani untuk Perkuat...BOGOR RAYA | 12 menit lalu
Sewa Pesawat Tak Ada, Dana Rp5,49 Miliar Lenyap? Maung Kota Tangerang Ingatkan Ancaman...JABAR | 30 menit lalu
Dinas PU Kabupaten Sukabumi Pulihkan Saluran Irigasi DI Cipamatutan yang Rusak Akibat...


