Memburu Jelawat di Jantung BPBAT (Bagian 2)
"Bupati Mesuji sudah berada dalam ruangan," demikian akhir pengumuman itu.
Diawali dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya, mewakili Kepala BPBAT yang sedang berhalangan, Sub Koordinator Tata Usaha BPBAT Sungai Gelam, Ma'in, mendapatkan kesempatan pertama untuk menyampaikan apresiasi atas apa yang disebutnya sebagai 'bentuk keseriusan Kabupaten Mesuji.'
"Setidaknya ini terlihat dari kehadiran Pak Bupati dan Kadis Perikanan ke tempat ini," ucap dia seraya menyampaikan bagaimana upaya BPBAT SG memulai budidaya Ikan Jelawat sejak tahun 2006 hingga akhirnya dapat memproduksi secara masal untuk dikirim ke beberapa daerah.
"Kami juga melakukannya di danau Toba terkait bagaimana keberadaan jelawat akhirnya menjadi pengganti yang pas bagi Ikan Tor," urai Ma'in.
Pada semua peserta pelatihan, Ma'in berpesan agar tidak hanya menelan teori mentah-mentah sebab keberadaan lokasi yang berbeda pasti akan memunculkan kendala yang juga berbeda.
"Karena itu, praktek dan penyesuaian menjadi hal yang sangat penting," tegasnya.
Namun meski demikian, masih menurut Ma'in, BPBAT SG tetap akan berkomitmen untuk melakukan pendampingan bila memang diperlukan.
"Terutama jika saat pengembangan terdapat kendala teknis," ujar dia.
Empat Ikan PR Mesuji


