Mau minta maaf, bukti hacker lebih bermoral ketimbang pejabat di Indonesia
"Ini malah ngeles sana-sini. Belum lagi pengikutnya yang langsung pasang badan buat si boss, coba mengkait-kaitkan dengan pemberantasan judol segala. Ya begitulah, masih sedemikian rendahnya standar moral pejabat dan politisi di negeri Konoha ini," kata dia.
Menjawab pertanyaan apakah perlu masyarakat Indonesia berterima kasih pada Brain Chipper, Safei mengatakan sangat perlu.
"Oh jelas sangat perlu. Yang pertama, kita perlu berterima kasih karena mereka sudah membuka borok betapa buruknya pemgelolaan PDN meski yang masih sementara itu. Sistem keamanan a la kadarnya ditambah ketiadaan backup (cadangan) yang terungkap kemudian, ini kebobrokan yang luar biasa," tegasnya.
Yang kedua, kata Safei, dengan mereka mau memberikan kunci, hal ini berarti menghindari penghamburan uang negara.
"Proses pemulihan data ini kan jadi semacam proyek baru. Berapa anggarannya, kita ngga tahu. Bisa jadi jauh lebih besar dari tebusan yang kemarin diminta itu. Mungki lho," lanjut Safei.
Safei juga berharap, audit oleh BPKP terhadap PDN nanti benar-benar dilakukan secara obyektif, profesional dan independen.
"Karena bagi yang faham dunia IT dan keamanan siber, bobolnya PDN Sementara ini bukan kelalaian, tapi skandal yang sangat memalukan bangsa dan negara," pungkasnya.
Ransomware gang Brain Cipher announced they'll release decryption keys for free this Wednesday. They emphasized the need for cybersecurity funding and specialists. Apologies to Indonesia for the disruption. They request public acknowledgment of their decision. pic.twitter.com/FNNg0YsoAp
— Fusion Intelligence Center @ StealthMole (@stealthmole_int) July 1, 2024

