Ketum PBNU Minta Capres-Cawapres Tak Bawa-bawa NU

Ketum PBNU Minta Capres-Cawapres Tak Bawa-bawa NU
Foto: Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di Kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (2/9/2023). (Dok. Lembaga Infokom dan Publikasi PBNU)
NASIONAL
Sabtu, 02 Sep 2023  19:32

Sebagaimana diketahui Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) akan berlangsung pada 14 Februari 2024. Namun, suhu politik di Indonesia sudah mulai terasa hangat.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf meminta bakal calon presiden dan calon wakil presiden tak mengatasnamakan Nahdlatul Ulama dalam Pemilihan Presiden 2024.

“Jangan ada calon mengatasnamakan NU. Kalau ada calon mengatasnamakan (NU), kredibilitasnya atas nama perilakunya sendiri-sendiri, bukan atas nama NU,” ujar Gus Yahya, sapaan akrabnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (02/09/2023). 

Baca juga: Tanggapi Pernyataan SBY, Sandiaga Uno: Ajak Dukung Ganjar, Bukan Bentuk Poros Baru

Ia menjelaskan secara struktural, NU maupun kiai-kiai NU juga tidak akan memberikan dukungan kepada calon tertentu.

“Kalau ada klaim, kiai-kiai NU merestui, itu sama sekali tidak betul. Selama ini tidak ada pembicaraan terkait calon presiden atau wakil presiden,” katanya.

Kalaupun ada warga NU yang ingin mencalonkan diri, Gus Yahya mempersilakan untuk bisa berjuang lewat partai politik, bukan lewat NU.

“Orang tahu NU ini punya warga banyak sekali. Survei Alvara 52,9 persen populasi muslim Indonesia mengaku NU,” jelas Gus Yahya.

Baca juga: Buka Rakernas, Ganjar Pranowo Minta Kadin Indonesia Siap Menghadapi Tantangan Mewujudkan Ekonomi Hijau

Menurutnya, warga NU sangat cerdas sehingga tidak bisa lagi ditarik-tarik untuk memenuhi ambisi calon tertentu.

“Pola pikir NU ini dulu dianggap kayak kebo (kerbau). Ini menghina sekali, padahal warga NU ini sudah cerdas, mereka sudah bisa menilai orang. Kami tidak mau NU ini dicocok-cocok hidungnya dibawa ke sana ke mari,” tambahnya.

Hal:
1
2
Berikutnya
Formasi Indonesia Satu Jaro Ade
TAG:
nahdlatul ulama
pilpres
pbnu
yahya staquf
kyai
Berita Terkait
Selengkapnya