Kepala Puskesmas Sabokingking Dinilai Arogan, Puluhan Pegawai Puskesmas Bercucuran Air Mata Curhat Kepada Kepala Inspektorat Palembang
Bahkan, sambung dia, forum itu, Kapus banyak mengeluarkan kata-kata yang seharusnya tidak diucapkan oleh seorang pimpinan (untuk lebih jelas bisa ditanyakan langsung dengan para saksi yang ada di ruang pertemuan pada hari itu) Kapus menunjuk paksa petugas an Yunita sebagai ketua Pokja UKM, petugas an Widiyana sebagai ketua Pokja UKP dan petugas an Nurleni sebagai ketua Pokja Admen dan menyatakan mereka harus bersedia bekerja tanpa dibayar uang Rp 1.000.000. Semua petugas yang ditunjuk menyatakan kesediaannya Kapus juga menekankan untuk semua Pokja harus mengadakan rapat setiap Sabtu dan melaporkan hasil rapat nya kepada Kapus (peraturan itu dianggap terlalu menuntut ketua Pokja baru karena untuk Ketua pokja lama yang mendapat Rp 1.000.000 tidak terlalu ditekan oleh Kapus). Setelah kejadian itu, hari Jumat tanggal 02 Februari 2024, ASN yang ada di Puskesmas memeriksa akun E-Kinerja masing-masing Ternyata ada beberapa yang sudah langsung disetujui, yaitu ASN yang belum sempat tanda tangan penolakan uang Rp 1.000.000. Tetapi masih banyak ASN yang belum disetujui oleh Kapus, yaitu ASN yang sudah tanda tangan
"Jasa pelayanan yang biasa dibagikan setiap awal bulan tetapi sampai dengan tanggal 6 Februari 2024 belum dibagikan setelah kejadian di tanggal 1 Februari lalu dikeluarkan syarat baru oleh kampus untuk pencairan jasa pelayanan," katanya.
Selanjutnya, lanjut YN, masalah keuangan tidak transparan, selalu seperti ditutup-tutupi Salah satu contoh kegiatan rapat minlok yang seharusnya benar-benar dilaksanakan dan ada anggaran dari dana BOK, tidak dilaksanakan. Setiap bulan hanya dikumpulkan petugas untuk dokumentasi saja, selanjutnya anggaran miniok tersebut tidak jelas masuk kemana.
"Sudah beberapa tahun, dana untuk pemeliharaan AC setiap ruangan dibebankan kepada masing-masing ruangan Kapus dan PJ utilitas meminta foto saat pelaksanaan pemeliharaan (misal mencuci AC) Semua petugas merasa bingung dan bertanya-tanya sebenarnya untuk pemeliharaan sarana dan prasarana di Puskesmas apakah ada anggaran atau tidak. Selain itu, Kapus seringkali memasukkan namanya ke dalam SPJ BOK kegiatan lapangan tetapi beliau tidak turun ke lapangan," paparnya.
Dia mengungkapkan, Kapus tidak mendukung program SPM salah satu contoh untuk program HIV. Setiap tanggal 01 Desember adalah hari AIDS sedunia seharusnya di tanggal tersebut semua Puskesmas memasang spanduk HAS sesuai dengan edaran dan Dinas Kesehatan dan Tim HIV di setiap Puskesmas wajib berfoto di depan spanduk tersebut. Akan tetapi saat hal tersebut disampaikan oleh PJ Program, Kapus menolak dengan alasan tidak ada biaya untuk cetak spanduk tersebut dan jika diperlukan dokumentasi untuk dikirim ke Dinas Kesehatan, maka akan diedit saja seolah-olah Tim HIV berfoto di depan spanduk HAS
"Kapus sudah seringkali melarang saat Petugas ada urusan yang mendadak ataupun sudah direncanakan jauh han, terkadang saat izin tidak diizinkan. Tidak jarang Kapus ikut campur menentukan kapan Petugas boleh izin atau tidak dengan alasan kekurangan petugas. Padahal sejauh ini semua bisa diatasi oleh Petugas. Hal ini dirasa membuat Petugas tidak nyaman karena privasi terganggu Kapus dianggap terlalu mencampuri urusan pribadi (termasuk menyuruh petugas tidak hamil terlebih dahulu, sebagai bukti bisa ditanyakan pada petugas dan saksi yang mendengar sant Kapus mengeluarkan kalimat tidak boleh hamil). Semua itu dianggap tidak fair dikarenakan jika Kapus yang mempunyai urusan bisa saja dilakukan kapanpun (terkadang setelah absen pagi beliau bisa keluar lagi meninggalkan Puskes tanpa keterangan)," bebernya.
Saat hendak diwawancarai wartawan usai pertemuan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr. Hj. Fenty Aprina, M.Kes menuturkan, nanti saja diwawancara. "Besok kita turun ke Puskesmas Sabokingking," tandasnya.
Kepala Inspektorat Kota Palembang, Jamiah Haryanti mengatakan, Inspektorat akan ikut mendampingi Kadinkes Palembang yang akan turun langsung mengecek ke Puskesmas Sabokingking."Kita akan mendampingi pertemuan di Puskesmas Sabokingking," pungkasnya. (Manda)


