Kabupaten Tangerang Diterjang Inflasi dan Badai PHK, Ribuan warga terjebak dalam tekanan ekonomi yang kian berat, Apakah Masih Gemilang?

Kabupaten Tangerang Diterjang Inflasi dan Badai PHK, Ribuan warga terjebak dalam tekanan ekonomi yang kian berat, Apakah Masih Gemilang?
Ilustrasi inflasi dan badai Krisis global melanda Kabupaten Tangerang
BANTEN
Sabtu, 18 Jan 2025  09:40

 Pemerintah Kabupaten Tangerang dituntut untuk tidak hanya mengatasi inflasi, tetapi juga menyusun rencana pemulihan ekonomi yang konkret.

“Jika tidak, kesenjangan antara Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang akan semakin lebar, meninggalkan ribuan warga terjebak dalam tekanan ekonomi yang kian berat,” tandasnya.

Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, industri tekstil di Kabupaten Tangerang, Banten memang sedang menghadapi pukulan berat. Satu pekan lalu badai Krisis global berdampak signifikan terhadap keberlangsungan beberapa perusahaan yang mempekerjakan karyawan dalam jumlah besar, yakni PT Victory Chingluh Indonesia, yang bergerak di bidang pembuatan sepatu yang mengandalkan pesanan luar negeri, terpaksa melakukan PHK massal.

Penurunan produksi akibat berkurangnya pesanan global membuat pabrik produsen sepatu Nike di Indonesia yang memasok brand raksasa Amerika-Eropa, PT Victory Chingluh Indonesia akhirnya memutuskan kebijakan dramatis dengan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran terhadap 2.400 pekerjanya.

Ketidakseimbangan antara jumlah pekerja dan pesanan produk jadi salah satu alasan utama PHK massal ini terjadi

Krisis global yang terjadi sejak tahun lalu semakin memperburuk keadaan PT Victory Chingluh. Penurunan pesanan dan produksi yang makin turun membuat perusahaan ini terpaksa mengambil langkah efisiensi dengan mengurangi jumlah karyawan.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang Rudi Hartono, masalah yang dihadapi PT Victory Chingluh sudah cukup lama.

'Ya, memang ini sudah lama PT Victory Chingluh mengalami permasalahan, dimana jumlah pekerja dan ordernya tidak seimbang. Jadi sudah lama mereka itu menahan supaya tidak terjadi,” ucap Rudi pada awak media.

Kalau Informasi dari perusahaan sekitar 2.400 karyawan terkena PHK dan itu dimulai sejak awal Januari 2025. Dan ini sebenarnya sudah dibicarakan perusahaan sejak bulan Desember 2024 dengan Koordinasi bersama serikat buruh", ungkapnya.

<<
1
2
3
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita