Ikat Pinggang Bahan Dasar Kayu Arang jadi Potensi Andalan KKT
Ini membuka peluang pasar bagi para pengraji
pengrajin karena jika Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan ikat pinggang berbahan dasar kayu hitam maka hasil pendapatan produksi akan meningkat. Bukan saja dikalangan ASN tetapi di dorong juga di lingkup pendidikan mulai dari guru, siswa ditingkat SD, SMP dan SMU, untuk memakai ikat pinggang berbahan dasar kayu hitam sebagai atribut berbusana.
Diharapkan kedepan dilingkup Pemerintah Daerah dapat membantu dengan regulasi dan kebijakan maupun program kegiatan pembangunan dan separuhnya diarahkan kepada produksivitas kerja untuk pengrajin yang sudah dibentuk didesa - desa. Pada kesempatan pertama dalam jangka pendek ini baru dibentuk beberapa kelompok kerja seperti di desa Tumbur, desa Sang liat Dol dan Rutan Saumlaki. Kepala Rutan meminta kepada Dinas Sosial membentuk dan memfasilitasi kelompok - kelompok ini untuk berproduksi sesuai motif ikat pinggang yang sudah dirancang.
Ini merupakan sentuhan kecil saja yang diharapkan punya dampak luas bagi masyarakat dalam rangka melestarikan kearifan lokal Kabupaten ini. Karena kayu hitam ada dikepulauan Tanimbar, sangat disayangkan kalau tidak dimanfaatkan. Jangan sampai sedikit demi sedikit kayu hitam ini dibawah keluar dari Kabupaten, dan ini merupakan ancaman bagi kita. Jika hal ini tidak di cegah maka kayu arang akan punah dan hilang dari bumi Tanimbar ini. (IS)

