Gunung Kemukus Sragen Dulu Bikin Geger Dengan Ritual Sexnya, Masa Lalunya di Sorot Hingga Media Asing
Tri Babe warga lain asal Sragen menceritakan sehari-hari kawasan Gunung Kemukus dulunya tak mesti terlalu ramai. Di musim hujan, jembatan menuju kawasan tersebut tergenang air. Jadi butuh perahu untuk sampai ke sana, tapi kini makin cantik penampilannya.
"Ramainya ya pas Jumat Pon. Yang datang ya yang percaya ritual itu (seks untuk pesugihan), ada yang iseng main, jajan juga ngeroom," katanya.
Pria yang tinggal di Sragen ini mengaku sering bertemu dengan orang yang hendak ke Kemukus. Sebagian di antaranya benar-benar mau berziarah, sisanya tak jelas.
"Mungkin yang tak jelas itu yang mau ritual, yang lainnya mungkin wisata malam," tutupnya.
Dalam catatan berbagai sumber, lalu sorotan media asing ini membuat pemerintah setempat kebakaran jenggot. Eka Awi Ketua BPAN LAI SRAGEN mengatakan, menyebut praktik ritual seks ini sebagai aliran sesat dan pemerintah akan segera melakukan penertiban di wilayah itu.
Awi menyampaikan bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah mewanti-wanti, bahwa dia akan mentertibkan, yaitu adanya prostitusi yang bukan para peziarah ke kawasan itu.
"Instruksi Gubernur bahwa ritual seks bebas tidak diizinkan? Ziarah silakan, ritual seks bebas jangan," tegasnya.
Menurut Awi, seharusnya wisata di Gunung Kemukus merupakan wisata religi, namun terjadi penyimpangan bahkan menjadi prostitusi terselubung. Oleh sebab itu pihak BPAN yang dijawil berbagai instansi pemerintahan dan hukum, juga melibatkan tokoh masyarakat dan agama untuk mengawaai berbagai penyimpangan wisata sex di Gunung Kemukus.
"Sebenarnya religi, ada PAD-nya. Saya intinya sampaikan saja, ziarah silakan tapi ritual seks jangan. Sudahlah, kalau ritual seks jangan, maka yang menyimpang itu saja yang dibersihkan, saya ingin ajak seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk bisa terlibat," terangnya.


