Gubernur Apel bersama Danrem serta Kapolda Sumatera Selatan
Sumsel, sampai dengan saat ini tidak tercatat pernah terjadi 355 titik hotspot, peningkatan ini sudah terjadi mulai bulan April sebanyak 227. Hotspot ini lebih tinggi dari rata-rata bulan April pada tahun-tahun sebelumnya walau kita tahu titik hotspot belum tentu juga terjadi kebakaran tetapi ini sudah menunjukkan indikasi adanya potensi terjadinya kebakaran hutan.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolda Sumatera Selatan beserta personel baik di Polda, Polres, Polsek dengan inisiasi dan aksi untuk melaksanakan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan upaya ini tentu sangat efektif selain melakukan pemadaman awal yang dilakukan, sehingga kebakaran tidak sampai meluas sekaligus upaya pengawasan atau patroli sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat yang melakukan pembakaran. Begitu juga, Korem 044/Gapo dan Kodim atas upaya yang konsisten menggerakkan seluruh personil di tingkat bawah untuk langsung mendatangi dan mengecek ke lapangan setiap ada laporan hotspot," katanya.

Gubernur juga berharap hal tersebut juga hendaknya dapat dilakukan oleh Dansubstrat Kabupaten dalam hal ini bupati dengan menggerakkan potensi yang ada seperti kecamatan atau desa, sehingga terjadinya kebakaran itu dapat dicegah sedini mungkin.
"Saya harap, kepada bupati menggerakkan potensi yang ada seperti kecamatan atau desa, sehingga apabila terjadi karhutlah bisa diantisifasi dengan cepat," tutur Gubernur.
Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rahmat Wibowo mengatakan mengenai peralatan dan kemampuan personil serta metode cara bertindak dan dukungan anggaran masing-masing instansi perlu disinergikan, agar dapat dicapai suatu tindakan yang efektif.
"Semua peralatan yang didukung kemampuan taktis teknis personil yang tinggi, tbilamana api sudah membesar bisa cepat diatasi (Dipadamkan)," kata Kapolda
Kapolda berharap, melalui kegiatan ini, semua pihak terkait dapat mensosialisasikan agar tidak terjadi karhutlah, karena dengan meningkatkan deteksi titik api disetiap wilayah yang rawan terbakar.


