Gelar Dialog Publik, Himalaya dan Karang Taruna Malbar Mengajak Pemkab Lutra Bertengkar Pikiran
"Dalam materinya, ketika berbicara tentang penanggulangan bencana maka aturan dasarnya adalah undang undang nomor 24 tahun 2017, Dimana bencana dapat kita definisikan sebagai sesuatu yang dapat merusak tatanan dalam rangkaian peristiwa yang nyata, dan mengganggu kehidupan masyarakat, terjadinya bencana itu kita tidak boleh menyalahkan orang perorang tetapi itu satu rangkaian akibat faktor alam yang disebabkan oleh hujan khususnya yang berkaitan dengan banjir, pungkasnya.
"Tiga jenis bencana yang sering terjadi diantaranya, bencana alam, bencana non alam dan bencana sosial, jika bencana terjadi, maka tentunya menjadi tanggung jawab bersama, tanggung jawab pemerintah, tanggung jawab masyarakat secara umum, termasuk mahasiswa dan tanggung jawab dunia usaha
Lanjut, Muslim Muchtar menambahkan Bahwa banjir yang terjadi di malangke itu disebabkan karena tingginya curah hujan saat ini dan akibat dampak dari banjir bandang tahun 2020 yang membawa sedimentasi yang menyebabkan terjadinya pendangkalan dibeberapa sungai sehingga untuk penanganannya diperlukan normalisasi sungai
Terkait normalisasi sungai tersebut pihak BNPB telah menyampaikan kepada Dines PUPR, namun permasalahan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, ada tahapan yang harus kita lalui karena saat ini kita tersendat disektor pendanaan," urainya.
Lanjut pada narasumber yang ketiga, kepala Dinas Pertanian pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Peternakan, Kaswanto. Menjabarkan, sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan di sektor pertanian kabupaten Luwu Utara khususnya kecamatan Malangke Barat, dari 80 % penduduk Luwu Utara berkecimpung disektor pertanian, menjadi tanggung jawab bersama Pemerintah Daerah dan seluruh lapisan masyarakat serta stakeholder satuan tergabung dalam urusan pertanian
Prioritas pembangunan kabupaten Luwu Utara melalui sektor pertanian bertujuan untuk melindungi kerusakan kerusakan atau kepunaan produk pertanian sehingga produk pertanian harus kita utamakan dalam memberikan atensi," tuturnya.
"Kaswanto lanjut menjelaskan bahwa untuk memperluas Basis produk pertanian kami telah melakukan pemetaan wilayah yang bertujuan untuk mengetahui, wilayah mana saja yang cocok untuk tanam sawit, kakao dan peternakan, dalam hal itu tentunya kita telah melaksanakan study kelayakan disetiap kecamatan berdasarkan situasi dan kondisi iklim, dataran, ketinggian serta gunung
" Kemudian dinas pertanian meningkatkan ketersediaan infrastruktur dengan mengupayakan pengadaan bantuan Melalui permohonan ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, agar sebisa mungkin dapat merealisasikan permohonan masyarakat menuju tercapainya kesejahteraan," pungkasnya.
Pada sesi tanya jawab Rival Renaldi, memberikan kesempatan kepada Hasri selaku ketua umum Himalaya menekankan kepada pemerintah daerah Luwu Utara agar lebih serius menangani banjir yang menimpa kecamatan Malangke Raya, jika tidak maka dampak perekonomian terhadap masyarakat dibeberapa Desa semakin menderita, hilangnya mata pencaharian serta sarana dan prasarana akan semakin rusak.


