Dugaan Penyelewengan Dana BUMDes Pungsari Plupuh di Usut, Inspektorat Sragen Mulai Periksa Kades. Begini Pengakuannya !
”Kami apa adanya dan investigasi kami tembuskan ke KPK. Jadi kami potret apa adanya. Apapun kami sertakan dengan bukti yang memadai. Soal anggaran yang disalahgunakan saya tidak bisa membocorkan saat ini, "" tandasnya.
Terpisah, Kepala Desa Pungsari Joko Sarono juga menyampaikan, pihaknya mengaku dipanggil inspektorat untuk diperiksa dan mendapat pembinaan penyelesaian masalah tersebut.
Pihaknya juga mengakui telah menyalahi aturan selama ini dan bersedia memperbaiki. Selain itu, pihaknya berupaya agar BUMDes Pungsari bisa beroperasi kembali.
Joko pun diminta membuat BUMDes baru dengan badan hukum yang baru pula, hal itu pun sesuai arahan.
Soal dana BUMDes yang dipakai olehnya, Joko mengaku menggunakan uang BUMDes senilai Rp 200 juta saja pihaknya mengaku siap mengembalikan.
”Sudah terbentuk BUMDes dengan badan hukum baru, selesai sesuai prosedur pada Rabu malam lalu. Dan kami memang menyalahi aturan. Kami mulai dari awal lagi. Untuk pemulihan harus pembentukan badan hukum baru dengan AD/ART dan pengurus. Nanti untuk pengembalian diangsur rekening BUMDes yang baru. Harus kembalikan rekening,” ucap Joko. * (tim/awi)


