Dugaan Cawe-Cawe di Balik Sinergi Pasar Jaya - BNI - Bank DKI
"Sakti banget tuh Dirut keluarkan kebijakan mendahului Pergub ", ujar Hasanudin Lamata
Fakta lainnya, BUMN plat merah itu dan Bank DKI, core bisnisnya bukan parkir. "Hingga hasilnya pun berantakan", ungkap Udin, begitu ia biasa dipanggil.
Menurut Hasanuddin, penunjukkan BNI dan Jakpro diam-diam di kolong meja, tidak transparan sehingga kental dengan aroma KKN.
"Kok, kenapa dikasih bank, ? Memangnya sudah nggak punya partner pengusaha kecil ?" jelasnya.
Hasanuddin mempertanyakan goodwil Direksi Pasar Jaya terhadap usaha yang dikelola oleh UMKM.
"Aneh bin ajaib kok BUMN sekelas BNI 46, masih menyasar uang receh di pasar. Ini jauh banget dari ekonomi kerakyatan," ujarnya.
"Raksasa dibenturkan kepada wong cilik oleh Pasar Jaya. Sementara itu Sutrisno salah satu dewan pengawas Pasar Jaya yang dihubungi media ini selalu menonaktifkan ponselnya sehingga belum diperoleh konfirmasi dan tanggapannya (tim red)


