Cuma pakai Windows Defender gratisan untuk keamanan, lumpuhnya Pusat Data Nasional disebut sebuah skandal, KPK harus turun tangan
Safei menambahkan, banyak vendor-vendor keamanan yang punya reoutasi dan tersedia di pasaran, tapi kenapa hanya menggunakan Windows Defender.
"Untuk laptop pribadi saya saja Windows Defender langsung saya non-aktifkan dan saya instal sistem keamanan yanv lain. Untuk laptop pribadi saja saya nggak percaya pada Windows Defender," imbuhnya sambil tertawa.
PDNS bukanlah layanan data komputasi biasa, tapi sudah penyedia data negara, sehingga ketika dikelola sedemikian ceroboh, menurutnya itu sebuah skandal.
"Untuk sisten korporate saja, setahu saya ya, sebelum sistem diluncurkan sudah melalui serangkaian audit dan ujicoba, termasuk mengundang hacker untuk menganalisa celah-celah keamanan. Kalau sudah melalui itu semua, baru diluncurkan," kata dia.
"Saya rasa KPK harus turun tangan, sekali lagi menurut saya ini sebuah skandal yang sangat memalukan negara," pungkasnya.


