Cor Jalan 750 Meter Pasir Putih Sukajadi Banyuasin Disepakati Masyarakat dan Pihak Perusahaan
Sementara Ketua RW 003 Yohan Aidi AS mengatakan, kegiatan hari yakni rapat musyawarah pengecoran jalan, melibatkan seluruh massa yang ada dilingkungan RW 003 seluruh RT yang ada di 003 tetapi ada satu RT yang tidak datang yakitu RT 17, karena asumsinya lain dari RT yang lain. Sementara tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat kebetulan tidak ada yang tidak hadir, semuanya hadir.
“Syukur alhamdullilah pertemuan hari memenuhi unsur, tidak ada kendala apapun juga termasuk dihadiri pak Lurah dan Babinkamtibmas Kelurahan Sukajadi. Sedangkan Ketua RT 17 tidak hadir dia sempat mengirim WA, bahwa keluarganya ada yang meninggal tapi kata-katanya yang dibawah itu tidak menyenangkan, beliau mengatakan bahwa pembangunan jalan ini seyogyanya mohon ditunda dulu. Perlu diketahui bahwa jalan ini bukan jalan kampung. Karena jalan ini sebelumnya sudah mendapat bantuan dari dana APBN sewaktu Penas tahun 2007. Alasan dia ingin menunda pembangunan proyek cor jalan bagi saya tidak jelas, pekerjaan pengecoran jalan harus jalan terus karena pengusaha ada kontribusi untuk wilayah kita, kenapa kita harus menghalangi. Untuk menjadi suatu keuntungan untuk wilayah saya karena ini bukan kepentingan pribadi karena saya berjuang untuk kepentingan umum dan pengajuan proyek pengecoran jalan itu sudah 3 (tiga) bulan yang lalu melalui saya sendiri kepada Direksi Pimpinan APL,”paparnya.

Untuk diketahui Ketua 17 yang tidak hadir dalam rapat musyawarah pengecoran jalan pasir putih Kelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Berkirim Whatapp (WA), seperti ini bunyinya.
“Bapak2 dan ibu rt tolong titip pesan utk pak rw, Sy izin dak bisa ikut rapat di kediaman rw, Karena harus pulang ke betung karena mertua masuk ugd, mohon doa semoga lekas diberi kesehatan. Berkenaan dengan rencana pengecoran jalan sikap sy netral, namun utk wilayah rt 17 sy sudah ngobrol dg warga khususnya dg yg bersangkutan disarankan utk ditangguhkan atau ditunda terlebih dahulu mengingat proses masih berjalan di kelurahan dan kecamatan dan utk meminimalisir terjadinya masalah ...demikian sy hanya menyampaikan dan melaporkan aspirasi warga. Semoga Allah swt. membukakan hati kita dan memudahkan langkah kita di dalam kebaikan dan kebenaran amiin.... Ttd. Ketua rt 17,” ungkapnya melalui WA.
Secara terpisah Ketua Dewan Pewakilan Daerah (DPD) Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Wilayah Sumatera Selatan, Syamsudin Djoesman sangat mengapresiasi atas inisiatif perusahaan-perusahaan yang ada diwilayah RW003 untuk memberikan kontrisbusi positif pada pembangunan pengecoran jalan. Namun ada yang tidak dimengerti olehnya yakni ada salah satu Ketua RT yang ingin menunda niat baik perusahaan-perusahaan untuk melaksanakan pengecoran jalan tersebut.
“Saya Ketua DPD LAI BPAN Sumatera Selatan, mendukung dan mengapresiasi niat baik yang tergabung beberapa perusahaan-perusahaan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat pemakai jalan, atas pembangunan cor jalan sehingga dapat memudahkan segala aktifitas dan kegiatan masyarakat. Namun saya tegaskan siapapun yang akan menunda atau menyetop jalannya proyek ini, atau menghalang-halangi proyek tersebut, saya pastikan akan berhadapan dengan hukum karena pembangunan ini sudah dimusyawarahkan dan disetujui oleh semuanya baik dari pemerintah desa, aparat hukum, tokoh adat dan tokoh masyarakat,”pungkasnya. (Sya)


