Sumber tambang emas raksasa senilai Rp 3.000 Triliun ditemukan di China
Kenaikan itu dipicu melemahnya dolar AS, ketegangan geopolitik, serta peningkatan pembelian emas oleh bank sentral, terutama negara berkembang yang ingin mendiversifikasi cadangan devisanya.
Tiongkok sendiri sedang memperkuat langkah eksplorasi mineral strategis.
Tahun lalu, negara itu menemukan tambang emas dengan cadangan lebih dari 1.000 ton di Hunan dan tambang lain berkapasitas 40 ton di Gansu.
Pada tahun yang sama, produksi emas China mencapai 377,24 ton, naik tipis 0,56% dibanding tahun sebelumnya.
Konsumsi emas domestik juga menunjukkan tren menanjak. Pada 2024, permintaan emas batangan dan koin tumbuh lebih dari 24%.
Para analis menyebut meningkatnya minat masyarakat kelas menengah Tiongkok untuk melindungi kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi global sebagai faktor utama.
Dengan penemuan tambang emas raksasa di Liaoning ini, posisi Tiongkok sebagai salah satu pemain kunci pasar emas dunia semakin menguat.


