Akulturasi Budaya Islam dan Kejawen, Dusun Sendangwuni Bonagung Tanon Sragen Gelar Tradisi Ritual "Dekahan Deso" Atau Bersih Desa

Salah satu tokoh warga sekaligus Ketua Karangtaruna Desa, Suwahyo juga mengatakan ritual dekahan atau sedekah bumi ini sudah berlangsung sejak turun temurun digelar satu tahun sekali, setelah panen padi. Seperti tahun sebelumnya, selamatan ini selalu digelar bertepatan musim peralihan, yakni dari musim penghujan ke musim kemarau dan lokasinya di Sendang Kawak atau Sumur Sendangwuni yang keramat itu.
“Iya karena, tanah pertanian di desa kami merupakan sebagian tanah tadah hujan. Ritual dari dulu sederhana mas, tapi bagi kami dengan tradisi ini kami menghormati para leluhur. Kami berharap tradisi unik ini bisa terus digelar rutin setiap tahun dan sekaligus sebagai upaya melestarikan budaya ungkapan rasa syukur setelah panen padi,” ujarnya.
Acara berlangsung diakhiri dengan saling berbagi makanan. Lanjut Suwahyo, hal terpenting tetap dalam kebersamaan, bersyukur dan tidak mengurangi nilai dari acara Dekahan sendiri.
Disinggung soal sejarah turun temurun terkait Sumur Tua Sendangwuni, Suwahyo mengungkap adanya juru kunci yang sudah tiada dan tak ada penerusnya. Namun sumur yang dikeramatkan itu sejak dulu dijadikan ritual khusus bagi warga yang mau punya hajat.
"Tradisi di Desa sini unik, warga yang punya hajat khususnya temanten harus diarak keliling di sendang atau sumur kawak sini dulu. Jika dilanggar membawa dampak buruk tersendiri, sumur sini sangat gawat. Dulu ada spiritual dari Jawa Timur mau mencoba mengambil pusaka ditempat ini, tapi baru ritual semedi sudah dilempar jauh orangnya. Saya melihatnya sendiri." Pungkasnya. (Awi/Tim)

