Pedagang cermin korban kericuhan di Pejompongan meninggal, polisi ungkap kronologinya
"Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi. Kami memahami dan berempati atas kondisi duka yang dialami keluarga, sehingga untuk sementara, penyidik belum meminta keterangan lebih lanjut," tutur Budi.
Dengan demikian, penyebab pasti kematian Bambang belum dapat disimpulkan dari keterangan kepolisian tersebut.
Sebelum ditemukan dalam kondisi pingsan, Bambang diketahui masih menjalankan aktivitasnya sebagai pedagang cermin di kawasan Pejompongan.
Istri korban, Sudarsi (56), mengatakan dirinya masih menemani Bambang berjualan pada Kamis hingga sekitar pukul 16.30 WIB.
Biasanya, pasangan tersebut baru menutup tempat usahanya sekitar pukul 18.00 WIB. Namun, kondisi kawasan yang mulai dipadati massa membuat Sudarsi meminta suaminya menutup usaha lebih awal.
"Sebenarnya kita belum tutup. Tutupnya itu jam 18.00 WIB tetapi karena saya lihat massa sudah banyak, akhirnya saya bilang sama Bapaknya, `Itu massa sudah banyak, tutup`," kata Sudarsi saat ditemui wartawan, Jumat (28/8/2026).
Setelah kejadian tersebut, Bambang akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dievakuasi petugas setelah situasi di lokasi memungkinkan.
Polisi masih menangani proses penyelidikan terkait peristiwa tersebut, sementara keluarga tengah berduka atas meninggalnya Bambang.


