Dinilai rendahkan perempuan, Ini lirik dan arti lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' Bupati Purwakarta 

Dinilai rendahkan perempuan, Ini lirik dan arti lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' Bupati Purwakarta 
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein.
DAERAH
Jumat, 03 Jul 2026  11:05

Lirik tersebut menggambarkan situasi ekstrem mengenai kehamilan pada usia sekolah yang disertai keguguran berulang. Banyak pihak menilai penggambaran itu menyudutkan perempuan karena dianggap mengaitkan identitas perempuan dengan persoalan kehamilan di luar nikah.

Sindiran tentang bra

Lagu juga memuat penggalan:

"Teu kudu meuli kutang, nu busana leuwih gede batan susu".
Tidak perlu membeli bra yang busanya lebih besar daripada payudara.

Bagian ini menyindir penggunaan bra berbusa atau push-up bra. Kritik bermunculan karena lirik tersebut dinilai menjadikan tubuh perempuan sebagai bahan candaan.

Menyinggung menstruasi

Pada bait berikutnya terdapat kalimat:

"Teu kudu ngaprak-ngaprak apotek alatan telat bulan".
Tidak perlu mondar-mandir ke apotek karena telat datang bulan.

Lirik tersebut dipahami sebagai gambaran perempuan yang panik ketika mengalami keterlambatan menstruasi karena khawatir sedang hamil. Sejumlah pihak menilai penggambaran itu memperkuat stereotipe negatif terhadap perempuan.

<<
1
2
3
4
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#bupati purwakata
#purwakarta
#jabar
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita