VIRAL " HAPUS BERITANYA!" Utusan Camat Buay Pemuka Peliung Minta Kaperwil Tutup Mulut, Pungutan Liar Ratusan Juta Diduga Berjalan 2 Tahun!
Oku timur, Aliansinews "
Semakin mencurigakan. Setelah pemberitaan dugaan pungutan liar viral selama lebih dari sebulan, alih-alih memberikan penjelasan, justru muncul tekanan untuk membungkam media.
Dua orang berinisial Liswani dan Milwani menghubungi Kaperwil Sumsel melalui WhatsApp sejak Jumat (27/10/2026) hingga Rabu (28/10/2026), mengaku sebagai utusan Camat Andrian Helmi S.K.M, M.M. Mereka meminta dua hal: hapus berita yang sudah terbit dan jangan terbitkan berita baru. Dalih Milwani: "Pak Camat itu masih ipar saya."
Pertanyaan sederhana: Kalau tidak ada yang disembunyikan, mengapa takut dengan pemberitaan? Dalih "masih ipar" apakah ini urusan keluarga atau urusan uang rakyat ratusan juta rupiah?
RINCIAN ANGKA YANG MENYAKITKAN?
Berdasarkan laporan gabungan seluruh Kepala Desa di 13 desa se-Kecamatan Buay Pemuka Peliung:
TAHUN 2026
Penerima Tarif per Kades Jumlah Desa Total
Camat Rp17.000.000 13 Rp221.000.000
Kasi PMD Rp1.000.000 13 Rp13.000.000
TAHUN 2024–2025
Penerima Tahap I Tahap II Per Tahun
Camat Rp8.000.000 Rp6.000.000 Rp14.000.000
Kasi PMD Rp2.000.000 Rp2.000.000
Total ratusan juta rupiah dipungut berulang, menyeluruh, dan terstruktur. Bukan kebetulan, ini POLA yang berjalan lebih dari 2 tahun!


