VIRAL " HAPUS BERITANYA!" Utusan Camat Buay Pemuka Peliung Minta Kaperwil Tutup Mulut, Pungutan Liar Ratusan Juta Diduga Berjalan 2 Tahun!

VIRAL " HAPUS BERITANYA!" Utusan Camat Buay Pemuka Peliung Minta Kaperwil Tutup Mulut, Pungutan Liar Ratusan Juta Diduga Berjalan 2 Tahun!
Foto: Kantor camat buay Pemuka kabupaten oku Timur
SUMSEL
Rabu, 28 Okt 2026  15:59

Oku timur, Aliansinews "

Semakin mencurigakan. Setelah pemberitaan dugaan pungutan liar viral selama lebih dari sebulan, alih-alih memberikan penjelasan, justru muncul tekanan untuk membungkam media.

Dua orang berinisial Liswani dan Milwani menghubungi Kaperwil Sumsel melalui WhatsApp sejak Jumat (27/10/2026) hingga Rabu (28/10/2026), mengaku sebagai utusan Camat Andrian Helmi S.K.M, M.M. Mereka meminta dua hal: hapus berita yang sudah terbit dan jangan terbitkan berita baru. Dalih Milwani: "Pak Camat itu masih ipar saya."

 Pertanyaan sederhana: Kalau tidak ada yang disembunyikan, mengapa takut dengan pemberitaan? Dalih "masih ipar"  apakah ini urusan keluarga atau urusan uang rakyat ratusan juta rupiah?
 

RINCIAN ANGKA YANG MENYAKITKAN? 

Berdasarkan laporan gabungan seluruh Kepala Desa di 13 desa se-Kecamatan Buay Pemuka Peliung:

 TAHUN 2026
Penerima Tarif per Kades Jumlah Desa Total 
Camat Rp17.000.000 13 Rp221.000.000 
Kasi PMD Rp1.000.000 13 Rp13.000.000 

TAHUN 2024–2025
   
Penerima Tahap I Tahap II Per Tahun 
Camat Rp8.000.000 Rp6.000.000 Rp14.000.000 
Kasi PMD  Rp2.000.000 Rp2.000.000 

 Total ratusan juta rupiah dipungut berulang, menyeluruh, dan terstruktur. Bukan kebetulan, ini POLA yang berjalan lebih dari 2 tahun!

Ini Bukan Pungutan Biasa ini Sistematis & Menyeluruh

Yang paling mengkhawatirkan:

Seluruh 13 desa terkena pungutan — bukan keluhan perorangan

-  Berjalan berturut-turut: 2024 → 2025 → 2026

-  Dilakukan oleh pejabat yang tugasnya membina dan mengawasi desa

-  Tidak ada dasar hukum, tidak ada kuitansi, tidak ada pencatatan resmi

-  Saat diminta konfirmasi: "Pak Camat tidak ada di tempat, sedang dinas luar"  (29/9/2026)

 4 PERTANYAAN TEGAS YANG HARUS DijAWAB

   
 Pertanyaan 

1 Aturan apa yang dipakai untuk memungut uang ini? Tunjukkan peraturannya secara terbuka! 

2 Ke mana uang tersebut disetorkan  masuk kas negara atau masuk kantong pribadi? Tunjukkan buktinya! 

3 Mengapa selama lebih dari 2 tahun tidak ada pengawasan yang berfungsi? Siapa yang menutup mata? 

4 "Dinas luar" apakah memang selalu tidak ada saat awak media datang konfirmasi? Atau menghindar? 

 WARGA & KADES TUNTUT JANGAN DIAMKAN!

 Inspektorat OKU Timur Segera turun. Periksa dokumen, panggil saksi, verifikasi laporan seluruh Kades. Jangan tunggu lebih lama lagi!

 Kepolisian & Kejaksaan OKU Timur Telusuri aliran dana tersebut. Jika ada indikasi pidana, proses sesuai hukum yang berlaku!

 Pemkab OKU Timur Keluarkan instruksi tegas: Hentikan segala bentuk pungutan tidak sah di seluruh kecamatan!

 Camat Andrian Helmi & Kasi PMD Jelaskan secara terbuka dan tertulis: Ke mana uang ratusan juta itu disetorkan? Di mana bukti pertanggung jawabannya?

 Salah satu Kades pelapor berkata dengan nada gemetar:
"Kami tidak bisa diam lagi. Dana Desa itu untuk warga, untuk pembangunan desa kami. BUKAN untuk disedot!"

 PESAN KAPERWIL SUMSEL TIDAK ADA YANG DIHAPUS, FAKTA TETAP FAKTA

"Meminta berita dihapus tidak akan menghapus laporan dari 13 Kades. Menutup mulut media tidak akan membuat fakta hilang. Kami tidak menolak klarifikasi  kami justru menunggu penjelasan Bapak Camat. Jelaskan secara terbuka, tunjukkan bukti sahnya dan kami terbitkan juga. Tapi meminta diam tanpa penjelasan? Maaf, itu bukan cara kerja jurnalistik yang menjaga hak rakyat tahu."
Ruang klarifikasi tetap terbuka untuk pihak terkait( Tim Dn) 

TAG:
#
Berita Terkait
Pererat toleransi dan kemitraan Polda sumsel gelar Minggu Kasih
Pererat toleransi dan kemitraan Polda sumsel gelar Minggu Kasih
Pererat toleransi dan kemitraan Polda sumsel gelar Minggu Kasih
Pererat toleransi dan kemitraan Polda sumsel gelar Minggu Kasih
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Satreskrim Polres Klungkung, Amankan Dua Terduga Pelaku Pengeroyokan
Sampaikan Ultimatum, EW-NCW Desak Pemerintah dan APH Tindak Tegas Para Penambang Pasir Beton Ilegal di Ogan IlirĀ 
Pengurus Komite Sekolah Hadapi Masalah Hukum? Forum Komite Sekolah Sumsel Siap Turun Tangan
Wisuda di Usia 50 Tahun, Pria Asal Riau Raih Gelar Ketiganya di Unwahas Semarang
Wujud Kepedulian TNI, Satgas TMMD Kodim 1016/Plk Bantu Anak Belajar di Sela Perehaban RTLH
Indeks Berita