Penasihat: HIPMAPI harus menunjukkan keberpihakan nyata kepada para petani
Pertanian merupakan salah satu sektor utama dalam perekonomian Indonesia, dan berperan penting sebagai penyedia pangan, menyerap tenaga kerja sekaligus penopang ketahanan pangan nasional.
Namun, meskipun memiliki peran yang sangat vital, Indonesia masih menghadapi permasalahan yang kompleks dan berlapis baik dari aspek lahan, teknologi, kebijakan, maupun kesejahteraan petani.
Meskipun memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga ketahanan pangan nasional, kesejahteraan petani masih menjadi persoalan serius, seperti petani masih menghadapi harga jual yang rendah dengan biaya produksi tinggi sehingga petani masih banyak yang berada pada kondisi ekonomi yang rentan.
"Untuk itu HIPMAPI sebagai organisasi wadah para petani dan pelaku pertanian harus menunjukkan keberpihakan yang nyata, khususnya untuk kesejahteraan para petani," ujar Penasihat Himpunan Petani Merah Putih Indonesia (HIPMAPI) Joeni D Asmartyn saat menerima kunjungan Ketua Umum HIPMAPI, Gunther Gemparalam, SE, MA, di Semarang, Jumat (4/9/2026).

Keberpihakan itu, kata Jonie, di antaranya dengan mendorong regulasi yang meringankan para petani agar semakin produktif.
"Regulasi itu di antaranya kemudahan mendapatkan lahan pertanian, bibit yang baik, serta pupuk dengan harga yang terjangkau. Itu di antaranya," kata Joeni.
Selain itu, penting juga regulasi dan upaya para penentu kebijakan untuk menjaga stabilitas harga produk-produk pertanian, serta pihak-pihak di industri yang bersedia menjadi semacam orangtua asuh bagi petani.
"Harga fluktuatif itu normal, karena ada hukum `supply and demand` di pasar. Namun jika naik turunya terlalu tajam, itu bukan lagi fluktuatif tapi gejolak. Jika harga produk-produk pertanian terus bergejolak, tentu akan menyulitkan para petani untuk dapat merencanakan kerja mereka secara lebih baik," kata dia.


