HIPMAPI: Mewujudkan kesejahteraan petani butuh kolaborasi semua pihak
Menyetahterakan petani adalah kalimat yang mudah diucapkan, namun untuk mewujudkannya sangatlah tidak sederhana.
Permasalahan petani dan pertanian sudah sangat kompleks, hambatan-hambatan untuk mewujudkan pertanian yang sehat, produktif dan kompetitif dari berbagai aspeknya sangatlah tidak sedikit. Sehingga dari identifikasi permasalahan hingga mencari solusinya membutuhkan kolaborasi semua pemangku kepentingan (stake holder).
“Harus ada kerendahan hati dari semua pihak, terutama pemerintah dan organisasi-organisasi petani untuk lebih banyak mendengar keluhan maupun permasalahan dari petani dan para pelaku dari mata rantai pertanian,” demikian disampaikan oleh Ketua Himpunan Petani Merah Putih Indonesia (HIPMAPI) H. M. Gunther Gemparalam, SE, MA, dalam bincang santai denga n AliansiNews ID, Minggu (26/7/2026).
Lebih banyak mendengar, menurut Gunther, akan sangat membantu dalam identifikasi permasalahan, sehingga pemetaan permasalahan benar-benar berbasis pada permasalahan riil dunia pertanian, dan bukan sekedar teori-teori dari balik meja.
“Jika sudah mampu mengidentifikasi permasalahan, baru bisa dicari solusi yang tepat terhadap permasalahan-permasalahan tersebut, seberapa besar probabilitasnya, seberapa banyak dan besar hambatannya, kemudian siapa harus melakukan apa,” ujarnya.
“Siapa melakukan apa” itu yang menurut Gunther menjadi sangat menentukan, karena pertanian dan mata rantainya melibatkan sangat banyak pihak. Sehingga kolaboasi sangat diperlukan, alih-alih saling berkompetisi dengan mengedepankan ego sektoral masing-masing.
“Kolaborasi dari para pelaku termasuk petani, pemerintah dengan kebijakannya, dan tak kalah penting organisasi-organisasi petani. Tanpa kolaborasi, selamanya petani hanya akan jadi obyek diskusi dan perbincangan, tapi solusinya tidak pernah benar-benar ada, kesejahteraannya hanya angan-angan belaka,” lanjut Gunther.
Kolaborasi itu, kata Gunther, membutuhkan kerendahan hati bahwa masing-masing pihak memliki kekurangan dan keterbatasan sehingga membutuhkan pihak lain untuk saling menutupi kekurangan dan saling melengkapi.
Penandatanganan MoU antara HIPMAPI dan HKTI.

