Di Tengah Tangisan Hutan yang Terbakar! DPP MAUNG Serukan Gerakan Reboisasi Masal Demi Keseimbangan Alam Kita yang Terluka
Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang tahun demi tahun bukanlah sekadar berita di media. Ia adalah bukti nyata bahwa keseimbangan alam kita telah terganggu parah. Di balik setiap titik panas yang terdeteksi, tersembunyi persoalan yang lebih dalam:
- Alih Fungsi Hutan: Kawasan hutan yang luas berubah menjadi perkebunan sawit, pemukiman, atau kawasan industri tanpa memperhatikan nasib makhluk hidup yang tinggal di dalamnya.
Kebakaran Hutan & Lahan: Ribuan hektar hutan hilang setiap tahunnya. Asapnya meracuni udara, apinya mematikan satwa liar, dan bekasnya meninggalkan tanah yang tandus dan tak berpenghuni.
Penebangan Liar: Pohon-pohon tua ditebang tanpa izin, membiarkan hutan terbuka dan rentan. Hewan-hewan kehilangan sumber makanan dan tempat berlindung.
Perambahan Hutan: Batas kawasan hutan terus mundur, mendesak satwa liar masuk semakin dalam ke wilayah manusia — berbahaya bagi mereka, berbahaya juga bagi kita.
Banjir & Kekeringan: Tanpa hutan, air meluncur deras membawa tanah — banjir datang lebih dahsyat. Saat musim kemarau, matahari membakar bumi — kekeringan datang lebih lama. Semua terhubung. Semua berdampak.
"Kita tidak bisa hanya memadamkan api lalu berpura-pura semuanya baik-baik saja. Kita tidak bisa hanya menanam pohon lalu melupakan siapa yang tinggal di sana. Reboisasi bukan sekadar menanam kayu — ia adalah upaya mengembalikan rumah bagi burung, bagi mamalia, bagi serangga, bagi segala mahluk hidup yang Tuhan titipkan di bumi ini," tegas DPP MAUNG.
SERUAN GERAKAN REBOISASI MASAL — KEMBALIKAN RUMAH MEREKA YANG TELAH HILANG
Menyaksikan kerusakan yang semakin meluas, DPP LSM MAUNG mendesak kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta seluruh instansi terkait untuk segera menggerakkan langkah nyata:


