Kasus Fitnah Ijazah Jokowi: Bohir Ketar-Ketir

Kasus Fitnah Ijazah Jokowi: Bohir Ketar-Ketir
 
PROFIL & OPINI
Senin, 16 Mar 2026  12:47

Inilah sisi gelap dari sebuah gerakan moral yang ternyata memiliki label harga. Para pendukung di akar rumput memberikan air mata dan kemarahan secara gratis, sementara di tingkat atas, kemarahan itu dikonversi menjadi angka-angka transaksi. Rupiah atau mungkin Dollar.

Momon, dengan keputusannya untuk "insyaf", secara tidak langsung telah mengkhianati kontrak tak tertulis dengan para pemodal ini. Ia membuka tabir bahwa perjuangan "mencari kebenaran ijazah" hanyalah komoditas politik. 

Saat sang "ahli" menyerah, maka seluruh narasi yang dibiayai dengan miliaran rupiah itu mendadak menjadi aset busuk (bad debt) yang tidak bisa dicairkan.

Kehilangan Relevansi

Kita sering mengira bahwa para bohir ini adalah orang-orang perkasa yang mengendalikan segalanya. Padahal, kenyatannya justru sebaliknya. Para pemodal besar itu sebenarnya jauh lebih menyedihkan daripada Momon. 

Jika Momon kehilangan reputasi, para bohir ini kehilangan sesuatu yang lebih fundamental: relevansi. Mereka telah menghabiskan energi, waktu, dan harta yang tak terhitung jumlahnya hanya untuk membangun sebuah monumen dari pasir di pinggir pantai.

Mereka membeli kebohongan dengan harga mahal, hanya untuk menyaksikan kebohongan itu larut disapu ombak kejujuran di pintu rumah seorang pensiunan Presiden di Sumber, Solo.

Tragedi ini menunjukkan bahwa dalam politik dendam, tidak ada pemenang sejati. Yang ada hanyalah penipu yang tertipu oleh bayangannya sendiri, dan wayang yang kelelahan karena talinya kusut. 

Disertai tatapan hampa, Kotak Pandora telah terbuka, dan isinya ternyata bukan hanya kejahatan, tapi kekosongan jiwa yang amat sangat dalam.

<<
1
2
3
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#ijazah jokowi
#jokowi
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita