Sandi Nugroho Tinggalkan Sumsel, Rony Samtana Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Polda
Sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan, memberikan kepastian bagi aktivitas masyarakat, serta mendukung pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor.
Pergantian pimpinan, menurut pesan yang mengemuka dalam acara tersebut, diharapkan tidak memutus kerja sama yang telah dibangun. Sebaliknya, hubungan antarlembaga perlu terus dipelihara agar berbagai tantangan daerah dapat dihadapi melalui koordinasi yang baik.
Dihadiri Forkopimda dan Sejumlah Kepala Daerah
Malam kenal pamit tersebut dihadiri Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Ketua TP-PKK Sumsel Hj Feby Herman Deru, Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang, Pangdam II/Sriwijaya, Kajati Sumsel, Danrem, para kapolres, serta sejumlah kepala daerah.
Di antaranya Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, Wali Kota Pagar Alam H Ludi Oliansyah, dan Bupati Banyuasin H Askolani. Hadir pula tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, dan undangan lainnya.
Rangkaian acara diawali dengan doa yang dipimpin Habib Amak Shahab atau Habib Muhammad Naufal bin Ja`far Shahab. Para undangan kemudian menyaksikan tayangan perjalanan karier Sandi Nugroho dan profil Rony Samtana.
Suasana semakin meriah dengan penampilan kesenian tradisional, mulai dari Tari Sinanggar Tulo, Gending Sriwijaya, hingga Ya Saman, yang menampilkan kekayaan budaya Sumatera Selatan.
Malam kenal pamit itu menjadi penanda berakhirnya masa tugas Sandi Nugroho di Sumsel sekaligus dimulainya kepemimpinan Rony Samtana di Polda Sumsel. Tantangan berikutnya adalah menjaga kesinambungan pelayanan kepolisian, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta memastikan koordinasi antarlembaga tetap berjalan demi keamanan dan kemajuan Sumatera Selatan.(Hanny)


