Tragis! Ibu hamil di Papua meninggal usai ditolak 4 RS, Gubernur minta maaf
Melihat itu, keluarga memutuskan untuk kembali ke RS Bhayangkara, tetapi setibanya di sana sekitar pukul 05.00 WIT, nyawa Irene Sokoy dan bayinya sudah tidak dapat diselamatkan.
"Kami sangat menyesal dengan tindakan para petugas rumah sakit yang tidak ada rasa kemanusiaan, sehingga menyebabkan dua nyawa yang kami sayangi harus melayang," katanya.
Hal senada disampaikan suami almarhumah, Neil Kabey. Ia menyoroti buruknya pelayanan RS terhadap istri dan anaknya, terutama ketiadaan dokter saat pasien sangat membutuhkan penanganan.
"Kalau saat itu di RSUD Yowari ada dokter, saya yakin istri dan anak saya masih hidup. Kenapa tidak ada dokter pengganti jika memang dokter saat itu tidak ada," kata Neil dengan nada kesal bercampur sedih.
Permohonan Maaf
Menanggapi kisah pilu ini, Gubernur Papua Matius D Fakhiri yang datang ke rumah duka didampingi istri Eva Fakhiri, dan beberapa pejabat di Pemprov Papua, serta perangkat kampung setempat menyampaikan permohonan maaf dan duka cita mendalam.
"Saya baru mau memulai membenahi pelayanan kesehatan di Papua, tetapi Tuhan sudah memberikan satu contoh kebobrokan pelayanan kesehatan di Provinsi di Papua. Saya mohon maaf dan turut berduka yang mendalam atas kejadian dan kebodohan jajaran pemerintah mulai dari atas sampai ke tingkat bawah. Ini kebodohan yang luar biasa yang dilakukan oleh pemerintah," tegas Fakhiri.
Gubernur Fakhiri berjanji akan segera melakukan evaluasi mendalam dan memastikan semua direktur RS yang berada di bawah pemerintah provinsi akan diganti. Ia juga menyebut banyak peralatan medis yang rusak karena diabaikan oleh para direktur.
“Hal ini sudah saya minta langsung ke menteri kesehatan untuk memperbaiki pelayanan kesehatan di RS yang ada di Provinsi Papua. Saya yakin ada sekat-sekat yang merusak pelayanan di RS. Saya pastikan akan memperbaiki ini,” katanya.


