Investigasi Dugaan Pertalite Tak Sesuai Peruntukan di SPBN Cikahuripan Berujung Intimidasi
Sukabumi — Aktivitas distribusi Pertalite di SPBN 38.43301, Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah sejumlah awak media melakukan investigasi terkait informasi dugaan penyaluran BBM yang tidak sesuai peruntukan, Kamis (1/10).
Informasi tersebut diperoleh dari seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Sumber menyebut adanya dugaan Pertalite yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan nelayan justru berpotensi dialihkan untuk kepentingan komersial.
Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media mendatangi lokasi untuk melakukan penelusuran sekaligus meminta klarifikasi kepada pihak-pihak terkait.
Di lokasi, awak media mendapati sebuah mobil pikap putih bernomor polisi F 8507 TN tengah melakukan pengisian Pertalite ke puluhan jeriken. Seorang pria yang berada di lokasi menyebut jumlah jeriken tersebut mencapai sekitar 60 buah.
“Semua ada 60 jeriken dengan kapasitas 35 liter per jeriken dan ini semua milik nelayan,” ujar pria tersebut.
Jika keterangan tersebut benar, 60 jeriken berkapasitas 35 liter berarti mencapai sekitar 2.100 liter Pertalite.
Pengisian dalam jumlah tersebut tentu membutuhkan penjelasan mengenai mekanisme penyaluran, identitas penerima, pencatatan distribusi, serta kesesuaiannya dengan ketentuan penyaluran BBM untuk nelayan.
Saat awak media hendak meminta penjelasan kepada pria berinisial T, yang disebut sejumlah sumber memiliki keterkaitan dengan aktivitas distribusi BBM di wilayah tersebut, jawaban yang diterima justru bernada tinggi.
“Nanti para nelayan ke sini, silakan tanyakan langsung,” ujar T.


