Tekanan Air Rendah hingga Gangguan Distribusi, DPRD Desak Perbaikan Layanan Tirta Musi
Aplikasi yang direncanakan meluncur pada Mei 2026 ini akan dilengkapi fitur unggah foto dan lokasi kejadian, sehingga memudahkan tim teknis melakukan verifikasi dan penanganan secara cepat. Seluruh laporan juga akan dipantau selama 24 jam secara real time.
“Dengan sistem ini, pelanggan bisa langsung melapor tanpa harus datang ke kantor. Proses penanganan juga bisa dipantau secara transparan,” jelasnya.
Di sisi lain, perusahaan daerah tersebut juga terus melakukan penertiban terhadap praktik pencurian air yang masih ditemukan di sejumlah titik jaringan distribusi. Menurut Teddy, pelanggaran tidak hanya terjadi pada meter pelanggan, tetapi juga di jalur pipa utama.
Untuk mengatasi hal tersebut, pendekatan persuasif tetap dikedepankan, sembari mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya penggunaan air secara legal.
Ia juga meminta masyarakat untuk memahami kondisi keterbatasan yang dihadapi perusahaan, baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia, yang masih menjadi tantangan dalam peningkatan layanan.
Sementara itu, pihak DPRD Kota Palembang yang mengikuti kegiatan reses belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pembahasan.
Namun, forum ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat komunikasi antara legislatif dan penyedia layanan publik.
Diharapkan, berbagai aspirasi yang telah dihimpun dapat segera ditindaklanjuti melalui kebijakan konkret, sehingga kualitas layanan air bersih di Kota Palembang dapat semakin merata dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
(Hanny)


