Jadi tersangka korupsi, Wamen Imipas Silmy Karim serahkan diri. Segini hartanya
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat.
Silmy menjadi sorotan usai menjadi pihak yang dicari KPK terkait rangkaian OTT di Imigrasi Jakarta Barat. Ia pun menyerahkan diri ke KPK pada Rabu (3/6) malam sekitar pukul 22.32 WIB didampingi sejumlah ajudan dan langsung menjalani pemeriksaan.
Silmy bukan sosok baru di pemerintahan maupun dunia korporasi. Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, itu merupakan lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti angkatan 1992.
Sebelum masuk ke pemerintahan, Silmy berkarier selama lebih dari dua dekade di berbagai perusahaan nasional maupun multinasional.
Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Krakatau Posco, Komisaris Utama PT Krakatau Nippon Steel Synergy, Komisaris PT GE Power Solution Indonesia, Komisaris Utama MAN Diesel & Turbo Indonesia, hingga Advisor PT Freeport Indonesia.
Silmy juga sempat menjadi Komisaris Independen Carrefour Indonesia sebelum dipercaya menjabat Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
Kariernya di pemerintahan dimulai saat dilantik sebagai Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM pada Januari 2023.
Saat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terbentuk, Silmy kembali mendapat kepercayaan dengan ditunjuk sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2025, Silmy memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp234,59 miliar.

