Sadis! Demi selingkuhan, seorang istri sewa eksekutor bunuh suami
Setelah rencana tersebut gagal, pada April 2026 AM kembali mengusulkan agar korban dibunuh menggunakan suntikan obat bius atau racun. IE menyetujui usulan itu dan menjanjikan uang Rp 10,25 juta serta sebuah sepeda motor apabila pembunuhan berhasil dilakukan.
Untuk menjalankan aksinya, AM mengajak JN ke Purwokerto dengan alasan mengambil sepeda motor yang dijanjikan IE. Karena tidak bisa mengemudi, AM menyewa mobil Toyota Avanza beserta sopir, yakni RS. Rombongan berangkat dari Banten menuju Purwokerto dan tiba di rumah korban pada Jumat (26/6/2026) pukul 03.30 WIB.
Saat itu, AM dan JN sempat masuk ke rumah korban. Namun, karena korban terbangun, rencana pembunuhan dibatalkan sementara. Ketiganya kemudian menginap di sebuah hotel yang telah dipesan IE. Pagi harinya, IE datang ke hotel untuk mematangkan rencana. Karena obat bius dan alat suntik tidak tersedia, mereka sepakat menggunakan benda-benda yang ada di rumah korban.
IE kemudian kembali ke rumah dan menyiapkan balok kayu, kabel listrik, serta palu besi di sejumlah titik agar mudah digunakan saat eksekusi.
"Kemudian sekitar pukul 22.00 WIB, tersangka IE memberi kabar kepada tersangka AM melalui pesan WhatsApp bahwa korban sudah tidur," kata Petrus.
Sekitar pukul 22.30 WIB, AM dan JN kembali ke rumah korban setelah pintu dibukakan IE, sementara RS tetap menunggu di dalam mobil. Setelah memastikan korban tertidur, AM mengambil balok kayu yang telah disiapkan lalu memukulkannya berulang kali ke leher dan wajah korban. Selanjutnya JN mengambil kabel listrik dari bawah ranjang dan melilitkannya ke leher korban.
“Tersangka AM dan tersangka JN kemudian secara bersama-sama menarik kedua ujung kabel dari arah yang berlawanan. Sementara tersangka AM menginjakkan kaki kanannya pada leher korban dengan tenaga penuh hingga korban tidak lagi bergerak dan dipastikan meninggal dunia," ungkap Petrus.
Seusai memastikan korban tewas, kedua eksekutor meninggalkan rumah dan kembali ke hotel bersama RS. Sementara IE masuk ke rumah untuk memastikan korban telah meninggal.
Sekitar pukul 01.00 WIB, Sabtu (27/6/2026), IE mengantarkan sepeda motor Honda Vario miliknya ke hotel sebagai imbalan kepada AM. Sepeda motor itu kemudian dibawa ke Banten dan digadaikan seharga Rp 3,5 juta untuk membayar biaya sewa mobil serta kebutuhan perjalanan.


