Luar biasa! Pria ini 26 tahun sewa apartemen kosong untuk ungkap pembunuhan istrinya
Apartemen itu menjadi kapsul waktu. Satoru rutin datang hanya untuk membersihkan debu, berdoa, dan berbicara dalam hati kepada mendiang istrinya. Ia tampil di televisi, menyebarkan selebaran di stasiun kereta, dan mendesak kepolisian untuk tidak menutup kasus ini.
"Saya ingin pelakunya tahu, saya tidak akan pernah menyerah," ucap Satoru dalam berbagai wawancara.
IV. Titik Terang (Oktober 2025)
Kesabaran dan pengorbanan Satoru akhirnya terbayar di tahun 2025. Kemajuan pesat dalam teknologi forensik genetik memungkinkan polisi untuk memeriksa ulang sampel darah dan air liur yang ditemukan di TKP 26 tahun lalu.
Metode analisis DNA terbaru tidak hanya mencocokkan, tetapi mampu melacak garis silsilah (genealogical DNA testing). Data tersebut akhirnya menunjuk pada satu nama, seorang wanita yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian. Pada akhir Oktober 2025, polisi menangkap Kumiko Yasufuku, seorang wanita pengangguran berusia 69 tahun.
V. Pengakuan Sang Pengagum Rahasia
Publik Jepang tersentak saat identitas dan motif pelaku terungkap. Kumiko Yasufuku ternyata sama sekali tidak mengenal Namiko. Ia adalah orang asing bagi korban.
Namun, ia sangat mengenal Satoru. Yasufuku adalah teman sekelas Satoru saat SMA.
Dalam interogasi, terungkaplah motif yang telah terpendam selama puluhan tahun. Yasufuku memendam cinta sepihak dan obsesi mendalam kepada Satoru sejak masa sekolah.
Mengetahui Satoru telah menikah dan hidup bahagia dengan Namiko, rasa cemburu gelap menguasai dirinya.


