Demo 'Menuju Indonesia Bangkrut', kegelisahan kaum muda terhadap realitas ekonomi
Namun dari sudut pandang pasar keuangan, kebijakan tersebut justru mendapat respons positif. Nilai tukar rupiah tercatat menguat ke level Rp 17.900 per dolar AS pada perdagangan 10 Juni 2026 setelah sebelumnya berada di kisaran Rp 18.058 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai pasar melihat langkah tersebut sebagai upaya menjaga kesehatan fiskal negara di tengah tekanan ekonomi global dan kebutuhan pembiayaan program pemerintah.
Perbedaan respons inilah yang memperlihatkan adanya jarak antara persepsi masyarakat dan penilaian pasar terhadap kondisi ekonomi nasional.
Apakah Indonesia benar-benar menuju bangkrut?
Narasi "Menuju Indonesia Bangkrut" yang diusung mahasiswa mencerminkan kritik politik dan sosial terhadap arah kebijakan pemerintah. Namun secara ekonomi, istilah bangkrut memiliki definisi yang jauh lebih spesifik.
Dalam konteks negara, kebangkrutan biasanya ditandai ketidakmampuan pemerintah membayar utang, gagal memenuhi kewajiban fiskal, atau mengalami krisis keuangan yang menyebabkan aktivitas pemerintahan lumpuh.
Hingga saat ini, berbagai indikator dasar belum menunjukkan kondisi tersebut. Pemerintah masih mampu memenuhi kewajiban pembayaran utang, menjalankan belanja negara, serta menjaga fungsi pelayanan publik.
Meski demikian, kekhawatiran mahasiswa tidak muncul tanpa alasan. Kenaikan harga kebutuhan pokok, tekanan terhadap daya beli, serta kekhawatiran terhadap efektivitas sejumlah program besar pemerintah menjadi sumber keresahan yang nyata di masyarakat.
Karena itu, istilah "Menuju Indonesia Bangkrut" lebih tepat dipahami sebagai ekspresi politik dan simbol protes terhadap kondisi ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat, bukan sebagai gambaran teknis mengenai status keuangan negara.


