Bendungan Katulampa kering, Depok dan Jakarta terancam krisis air

Bendungan Katulampa kering, Depok dan Jakarta terancam krisis air
Tinggi muka air di Bendung Katulampa mencapai titik nol, Jumat, 17 Juli 2026.
DAERAH
Jumat, 17 Jul 2026  19:58

Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak pada debit air Sungai Ciliwung.

Tinggi muka air di Bendungan Katulampa, Kota Bogor, bahkan tercatat mencapai titik nol dalam tiga hari terakhir akibat minimnya curah hujan.

Petugas Bendungan Katulampa, Muhammad Alwan, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu yang terendah dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, selama musim kemarau, tinggi muka air di Bendung Katulampa terus berfluktuasi pada kisaran nol hingga 10 sentimeter dengan status di bawah normal.

Namun, dalam tiga hari terakhir, ketinggian air terus berada di titik nol, sehingga menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi ketersediaan air di wilayah Bogor hingga Jakarta.

"Kalau debit air kan fluktuatif, antara nol sampai sepuluh, tetapi tiga hari terakhir ini benar-benar terus mencapai titik nol," ungkap Alwan, Jumat (17/7/2026).

Kondisi tersebut memaksa petugas melakukan pengaturan distribusi air antara kebutuhan irigasi dan aliran Sungai Ciliwung.

Untuk irigasi ke Kali Baru, petugas mengalirkan sekitar 2.000 liter per detik. Sementara untuk menjaga aliran Sungai Ciliwung tetap mengalir, dilakukan penggelontoran sekitar 200 liter per detik.

Alwan menjelaskan, penurunan debit air Sungai Ciliwung berpotensi memengaruhi pasokan air baku untuk Perumda Air Minum Tirta Kahuripan yang melayani sejumlah wilayah, termasuk Cibinong dan sebagian kawasan Depok.

1
2
Berikutnya
Tampilkan Semua
TAG:
#krisis air
#depok
#jakarta
#bogor
Berita Terkait
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Indeks Berita