7 bulan tidak bertemu, istri ungkap pesan mengharukan dari korban main hakim sendiri di Morowali
Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Wawan Sudirman, korban main hakim sendiri di Morowali, saat jenazahnya tiba di Desa Kumpang, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Senin (27/7/2026) pagi.
Tangis keluarga dan warga pecah menyambut kedatangan jenazah pria kelahiran 24 Januari 1993 itu.
Wawan menjadi korban pengeroyokan oleh ratusan orang di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, setelah dituduh mencuri motor pada Jumat (24/7/2026).
Korban sempat menjalani perawatan di RSUD Bungku. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dialaminya.
Di balik peristiwa tragis tersebut, keluarga mengungkap pesan terakhir Wawan kepada sang istri, Nurhaliza. Melalui percakapan WhatsApp, Wawan mengaku rindu dan ingin segera pulang setelah hampir 7 bulan tidak bertemu.
Tina, salah seorang anggota keluarga korban, mengatakan kepergian Wawan membuat istrinya masih mengalami syok.
"Kondisi (istri) saat ini masih syok atas kejadian yang terjadi secara tiba-tiba," ungkap Tina, Selasa (28/7/2026).
Menurut Tina, meski tinggal berjauhan karena pekerjaan, Wawan dan istrinya rutin berkomunikasi.
Wawan dan Nurhaliza diketahui telah menjalani kehidupan rumah tangga selama 6 tahun. Hingga Wawan meninggal dunia, pasangan tersebut belum dikaruniai anak.


