Jaro Ade Hadiri Rakornas di Jakarta Percepatan Penurunan Stunting
Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga memberikan perhatian khusus kepada kader posyandu, yang disebutnya sebagai ujung tombak penanganan stunting di lapangan. Ia mendorong adanya peningkatan insentif bagi kader sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.
Lebih lanjut wapres menekankan pentingnya intervensi komprehensif yang mencakup aspek kesehatan, sanitasi, lingkungan, serta peningkatan kesadaran gizi bagi remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, dan anak-anak.
Ia juga menegaskan perlunya keseragaman data lintas kementerian dan daerah agar kebijakan dapat lebih tepat sasaran.
Selain itu wapres menyinggung dua program prioritas pemerintah yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas gizi masyarakat, yakni program cek kesehatan gratis (CKG) dan makan bergizi gratis (MBG).
Kedua program ini menurutnya, menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
"Program MBG ini masih perlu penyempurnaan, tapi sudah banyak perbaikan. Saya harap semua pihak terus menjaga semangat kolaborasi agar hasilnya makin optimal," tuturnya.
Wapres juga meningkatkan pentingnya menjaga kesehatan mental Anak-anak di sekolah, " Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita, bebas dari perundangan. Mari kita jaga bersama agar kejadian serupa tidak terulang," pesan Wapres.
Selanjutnya mentri kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi sadikin menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang telah berperan dalam menurunkan angka stunting secara signifikan.
Sejak tahun 2013 angka stunting kita mencapai 37% dan untuk pertama kalinya pada tahun 2024 berhasil turun di bawah 20,% menjadi sekitar 19% ini campaian besar berkat kerja keras semua pihak," Ujar Mentri kesehatan.


