Solo Raya

Ngeyel....!! Para Mafia BBM Subsidi Masih Banyak Bergentayangan di Sepanjang Salatiga-Semarang, Beberapa SPBU Nakal Main Kong Kalikong Dengan Pemain

Ngeyel....!! Para Mafia BBM Subsidi Masih Banyak Bergentayangan di Sepanjang Salatiga-Semarang, Beberapa SPBU Nakal Main Kong Kalikong Dengan Pemain
Foto: Penampakan pengangsu memakai armada modif pengangsu saat mau mengangsu solar di SPBU sepanjang beberapa wilayah kota dari Salatiga, Ambarawa, ungaran sampai Semarang. (Dok)
Sabtu, 21 Jan 2023  09:57   |   Dibaca: 140

UNGARAN - Di duga para mafia BBM bersubsidi masih bergentayangan di SPBU-SPBU dalam wilayah hukum sepanjang Salatiga sampai Semarang, tak perduli BBM jenis solar atau pertalite, di kuras habis habisan oleh oknum-oknum mafia BBM bersubsidi tak perduli jam waktunya, secara terang-terangan tanpa ada rasa takut sedikitpun kegiatan itu melanggar hukum. 

Seperti diketahui bahwa Pertamina sudah membuat aturan tentang larangan konsumen membeli bahan bakar minyak (BBM) subsidi di SPBU dengan maksud dijual kembali. 

Padahal dalam undang undang sudah di sebutkan pendistribusian dan penyalahgunaan BBM adalah tindakan melanggar hukum yang sebagai mana di atur dalam undang undang no 22 tahun 2001, tentang minyak dan gas bumi pasal 53 sampe 58 dan dapat di ancam pidana kurungan paling lama 6 (enam)  tahun dan denda paling banyak senilai Rp 60.000.000.000.00 (enam puluh miliar rupiah).

Dasar yang lain, apabila SPBU juga turut membantu penimbunan Solar bersubsidi bererti kegiatan tersebut melanggar Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”). Jeratan pasal tersebut berbunyi:

*Dipidana sebagai pembantu kejahatan: Mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan;

*Mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan.

Sementara itu, berbekal informasi masyarakat dan pengguna jalan, awak media bersama tim melakukan penelusuran dilapangan ke SPBU sepanjang beberapa wilayah kota tersebut, dari Salatiga, ungaran sampai Semarang. 

Tepat sudah tim menghentikan kendaraan dan mobil saat melihat penampakan sopir agak sembunyi jauh dari lokasi dan armada yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar, titik TKP di SPBU Jalan Lingkar Ambarawa tepatnya di jln KH Ahmad Dahlan Pojok Sari Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang, Kamis (21/10/21) kemarin. 

Dari puluhan TKP, akses lokasi tersebut sudah lama terbidik oleh Tim. Karena diduga, SPBU ini menjadi ajang para mafia untuk menguras BBM bersubsidi, yang seyogyanya oleh pemerintah harusnya di peruntukan untuk masyarakat dan pengguna jalan.

Dan benar, dari pengamatan tim adanya kendaraan modif yang di dalamnya di isi kempu untuk menampung BBM bersubsidi. Saat tim berada di sekitar lokasi mendapati bahwa modus yang dilakukan pelaku yakni dengan memodifikasi tangki truk dengan isi 5 ton atau 5 ribu liter, kemudian tangki itu ditutup dengan kain terpal.

Namun setelah pengantri BBM bersubsidi tahu ada tim investigasi dan awak media datang para pengangsu malah pada lari tunggang langgang ketika hendak di wawancarai/konfirmasi tentang kegiatan yang di duga melanggar hukum tersebut.

Masih di tempat SPBU yang sama Tim mencoba menemui mandor SPBU tersebut untuk mengklarifikasi adanya dugaan penyelewengan BBM bersubsidi tersebut. Dan benar, rata-rata ada oknum pegawai nakal di SPBU yang diduga ikut terlibat juga kong kalikong melayani para mafia berwajah sinis dengan mimik wajah muram jelek raut muram. Menghadapi pemandangan para wajah begitu tetap disantuni oleh tim, dari keterangan pihak operator juga menjawab bahwa mandor atau pengawas tidak ada dilokasi karena sudah bukan jam kerjanya. 

"Kami dari pihak SPBU tidak pernah melayani pembelian dengan jerigen apalagi dalam jumlah besar, dan kami hanya melayani yang membawa surat dari kelurahan untuk menyuplai kebutuhan pertanian untuk diesel pengairan sawah,” alasan salah satu operator yang tak mau disebutkan namanya biarpun dengan raut jelek dan sinis saat menjawab awak media. 

Masih ditanggapi tim dengan senyum dan santun, padahal sudah jelas kedapatan sopir truk yang sedang ngangsu atau beli solar bersubsidi di SPBU. Pihak SPBU tak sadar bahwa tim sekian lama memonitor dan memantau dari jauh sekian lama waktunya. 

Sidak dan penguakan sejenak tertunda terkait aksi para mafia yang membeli BBM bersubsidi jenis solar di SPBU sepanjang jalan Lingkar Ambarawa tersebut. Target oknum sopir yang sedang ngangsu atau beli solar bersubsidi di SPBU yang tadinya menunggu agak jauh dari armadanya sudah kabur duluan.

Hal ini diduga antara operator dan sopir sudah terjalin saling kode, karena aksi seperti ini akrab sudah terkoordinir. Data yang dihimpun, biasanya pihak sopir dikoordinir oleh oknum untuk ngangsu dan statusnya hanya kerja. Kemudian sudah bukan hal asing lagi ada oknum yang membekingi mulai dari preman sampai oknum aparat. 

Di tempat terpisah masih sekitar TKP itu, tim sejenak bertanya jawab dengan salah satu warga yang tinggal tak jauh dari SPBU dan enggan di sebutkan namanya. Dia juga beberapa kali sempat curiga armada melintas keluar masuknya di SPBU tersebut.

"Saya sebagai orang awam tidak bisa jeli, armada itu terus ditutup terpal, ada juga bak tertutup. Kami juga nggak akan paham kalau muatan dalamnya ternyata isinya modif bermuatan. Tapi saya juga paham kadang sering standby lama saat pengisian, kesan juga mencurigakan. " Bebernya. 

Harapan warga sekitar, bila benar adanya penyimpangan supaya dari pihak rekan Media dan Lembaga bersinergi dengan APH serta pemangku jabatan agar dapat mendindak tegas para mafia BBM bersubsidi dengan hukum yang berlaku supaya ada efek jera. 

Dalam hal ini tim akan terus melakukan penelusuran dilapangan untuk melakukan pengembangan dan menguak para sindikan mafia BBM diseluruh belahan wilayah atau Kabupaten khususnya di Jawa Tengah. 

 

Editor: Awi

Reporter: Iyan/Add

Kont : Tim Smrg

TAG:
Berita Terkait
Fokus
Populer
Populer
Tabloid Media Aliansi Indonesia
<