Warga Pengguna Jalan di Himbau Waspada, Sejumlah Titik Jalan Alternatif Tawangsari-Sukoharjo Rusak Parah

Warga Pengguna Jalan di Himbau Waspada, Sejumlah Titik Jalan Alternatif Tawangsari-Sukoharjo Rusak Parah
Foto: Kerusakan jalan alternatif Sukoharjo di perbaiki. (Dok)
SOLO RAYA
Selasa, 16 Mei 2023  18:51

SUKOHARJO – Dampak sejumlah titik jalur jalan yang rusak, akhirnya warga masyarakat khususnya pengguna jalan alternatif Bladon (Sukoharjo kota) ke arah Tawangsari melalui Tangkisan, dihimbau waspada dan berhati-hati dikarenakan sejumlah titik di jalur tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Disisi lain kerusakan pertama juga terlihat tepatnya di selatan Koramil Sukoharjo.

Pantauan awak media, lubang-lubang terlihat cukup dalam menganga dan membahayakan pengguna jalan. Setelah itu, juga terdapat kerusakan di beberapa titik sebelum sampai tikungan utara jembatan Tangkisan.

Lalu kerusakan cukup parah berada di sisi selatan jembatan Tangkisan. Kerusakan ini terjadi hingga pertigaan ke arah Desa Majasto.

Perlu diketahui, sepanjang jalan alternatif tersebut, ternyata menjadi jalur kendaraan berat. Utamanya truk dengan muatan material sejenis galian C.

Diantaranya truk sarat muatan melaju dari arah selatan ke arah utara. Sedangkan yang dari arah utara dalam kondisi kosong.

Kemudian sejumlah warga yang ada di sekitar jalur tersebut mengaku kerusakan di jalur ini sudah cukup parah, utamanya di selatan jembatan Tangkisan.

“Hampir setiap hari itu ada puluhan truk dengan muatan melalui jalur ini. Kemungkinan besar itu yang menjadi penyebab utama rusaknya jalur ini,” ujar Budiono, 50 warga setempat.

Dia berharap jalur ini segera diperbaiki dan jika dimungkinkan ada pembatasan kendaraan berat yang lewat.

“Jalur ini jalur utama bagi warga yang ingin menuju Solo karena lebih cepat. Tetapi kondisinya membahayakan terlebih jika malam hari, karena banyak lubang,” ujarnya.

Perihal dengan kondisi jalur ini, Kepala DPUPR Sukoharjo Bowo Sutopo Dwi Atmojo mengatakan, sudah mengagendakan perbaikan di jalur ini.

Soal aktivitas truk sarat muatan dan identik dengan material galian C, pihaknya belum melakukan pendalaman lebih lanjut.

Akan tetapi, jika memang itu terjadi maka sangat dimungkinkan kendaraan-kendaraan itu punya kontribusi atas kerusakan jalan tersebut.

“Kami sudah agendakan untuk perbaikan jalur ini, tetapi soal lalu lalang truk muatan material ini akan kami koordinasikan dengan instansi yang berwenang,” ujarnya.

Kemudian soal kemungkinan adanya kendaraan berat dibatasi, itu bukan menjadi kewenangan DPU. Yang jelas, pihaknya fokus pada perbaikan jalan sesuai dengan apa yang sudah diinstruksikan Bupati Sukoharjo.

“Monggo masyarakat nanti juga ikut menjaga agar jalur itu awet. Yang jelas fokus utama kami adalah perbaikan agar mobilitas warga lancar dan aman. Untuk planing-nya, ada sebagaian yang parah dibeton,” katanya.

Disisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukoharjo Toni Sri Buntoro mengatakan bahwa pihaknya rutin menggelar pengawasan dan pengendalian Angkutan Barang. Salah satunya digelar di Jalan Tengklik – Tawangsari, Rabu (3/5/2023) pukul 09.00. Petugas yang melaksanakan merupakan gabungan dari Dishub Kabupaten Sukoharjo dan Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Sukoharjo.

“Kegiatan ini rutin kita lakukan untuk pengawasan dan pengendalian kendaraan angkutan barang,” kata Toni, Rabu (3/5/2023).

Lanjutnya, setiap kendaraan angkutan barang yang melintas diperiksa kelengkapan kelaikan jalannya. Setidaknya, ada 51 kendaraan yang diperiksa, terdiri dari 26 truk dump, 10 pick up, dan 15 mobil barang. Setelah dilakukan pemeriksaan terdapat 14 kendaraan yg melanggar yaitu uji berkala atau uji Kir kendaraan sudah habis masa berlakunya.

“Kendaraan dengan uji Kir yang mati diberikan tindakan tilang,” ungkap Toni.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan bahwa dia telah perintahkan OPD terkait segera melakukan perbaikan jalan. Diantaranya langsung dikerjakan yakni ruas jalan Bekonang-Mojo yang tidak hanya sekadar perbaikan. Pasalnya, ruas jalan tersebut ditingkatkan dengan pangaspalan ulang dengan hotmix.

“Kemudian jalan dari simpang 4 Tengklik ke Barat juga mulai dikerjakan. Bahkan dilembur,” kata Bupati.

Bupati juga menambahkan, terkait kendaraan berat yang melintas di jalan Kabupaten, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukoharjo dan Satlantas sudah bertindak sesuai kewenangannya. Namun, pengguna jalan khususnya kendaraan berat tatap saja ngeyel, tidak patuh aturan.

“Kita kan ga bisa melakukan pengawasan 24 jam, saya minta masyarakat khususnya pengguna kendaraan berat turut serta menjaga lah. Ikut merasa memiliki,” pungkas Bupati. (han/ras))

TAG:
#jalan
#rusak
#alternatif
#sukoharjo
Berita Terkait
Diduga Pengerjaan Proyek Tak Memenuhi Standart, Ruas Jalan di Pulokulon Grobogan Sudah Retak dan Pecah Beberapa Titik
Diduga Pengerjaan Proyek Tak Memenuhi Standart, Ruas Jalan di Pulokulon Grobogan Sudah Retak dan Pecah Beberapa Titik
Diduga Pengerjaan Proyek Tak Memenuhi Standart, Ruas Jalan di Pulokulon Grobogan Sudah Retak dan Pecah Beberapa Titik
Diduga Pengerjaan Proyek Tak Memenuhi Standart, Ruas Jalan di Pulokulon Grobogan Sudah Retak dan Pecah Beberapa Titik
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Rupiah Terus Melemah Sentuh Rp17.825 per Dolar AS, DPP MAUNG Pusat Sorot & Sampaikan Langkah Penyeimbang
Korban Kehilangan 11 Keping Emas, DPC MAUNG Malang Raya Ingatkan Kewajiban Pertanggungjawaban BuktiĀ 
Lewat Nobar Piala Dunia, Rajawali Kalbar dan Kabid Humas Polda Bahas Keamanan Daerah
Geger penemuan jasad wanita hamil dalam mobil pelat merah di Bandara Juanda
Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Kenang Jasa Pahlawan di TMP Kesatria Ksetra Siguntang
Indeks Berita