Waduh...! Dampak Pencinta Open BO atau Suka Jajan di Luar, Puluhan Pria di Sukoharjo Resmi Mengidap Penyakit HIV atau Aids

SUKOHARJO – Sudah bukan rahasia umum lagi, seputar urusan perlendiran seiring perkembangan jaman makin terbuka lebar baik transaksi dari melalui medsos hingga berbagai aplikasi Open BO.
Berbagai tawaran aneka ragam corak perempuan si pemuas nafsu sesaat itu tanpa tedeng aling-aling menawarkan berbagai produk kepiawaiannya dalam melayani tamunya. Terkadang orang pun tak sadar dibalik kenikmatan sesaat tersebut tanpa memperhatikan berbagai resiko yang ada, mungkin karena para kencan terburu api nafsu menggebu, soal waspada adanya dampak kesehatan yang terjadi tidak diperhitungkan.
Secara nalar orang yang sudah buta pikiran, dipastikan yang ada diotak cuma nafsu juga kepuasan saja. Bahkan apabila sudah diubun-ubun, yang terjadi asal main tabrak dan celup saja. Tanpa ada pikiran panjang lagi, bahwa yang terbaring didepannya entah berapa berganti pria hidung belang menikmati dan menidurinya.
Yang terjadi di Kabupaten Sukoharjo pada awal tahun 2023 ini, dari data setidaknya 27 an orang resmi terinfeksi HIV/Aids. Kemudian mayoritas penderitanya berjenis kelamin laki-laki yang nota bane nya hobby cari wanita Open BO alias suka “jajan”.
Diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukoharjo Tri Tuti Rahayu, saat dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa puluhan warga di Kabupaten Sukoharjo dilaporkan resmi positif mengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus).
Alasan utama menerangkan bahwasanya adanya penularan kasus HIV/Aids ini didominasi kerap jajan diluar atau berganti-ganti pasangan dalam hubungan sexual.
“Penemuan kasus baru awal tahun sampai dengan bulan April 2023 sejumlah 27 kasus,” ungkapnya kemarin.
Tuti menambahkan bahwa dari 27 kasus tersebut mayoritas berjenis kelamin pria. Dimana mereka rata-rata indikasi penyebab karena kerap bergonta-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual serta tidak menggunakan alat kontrasepsi (kondom).
Lanjut Tuti, dari catatan tiga tahun terakhir, kasus HIV mengalami tren kenaikan. Dimana pada tahun 2021 terdapat 60 kasus, lalu pada tahun 2022 naik menjadi 82 kasus. Menurut catatan Dinkes Sukoharjo, total kasus HIV dari tahun 2008 sebanyak 849 kasus. Dari angka tersebut rata-rata usia 30-40 tahun yakni sebanyak 254 orang.
“Alhamdulillah di tahun 2023 ini tidak ada yang meninggal. 27 kasus mereka menjalani rawat jalan, tidak ada yang mondok. Kami imbau kepada masyarakat juga rutin melakukan skrining HIV, penggunaan antiretroviral (ARV), dan terbuka dengan pasangan, "imbuhnya.
Menyusul meningkatnya kasus tersebut, Tri Tuti Rahayu mengimbau kepada masyarakat agar melakukan hubungan seksual yang aman, menghindari penggunaan alat pribadi bersama orang lain, menghindari penggunaan jarum suntik bersama, dan menghindari penggunaan obat-obatan terlarang.
Terpisah Direktur RSUD Ir Soekarno, dr Yunia Wahdiyati mengatakan, dari awal tahun hingga bulan Mei 2023 ini ada sebanyak 118 kasus HIV/Aids on ARV yang telah menjalani perawatan. (ras/han)











