Tingkatkan Kualitas Layanan, Pemerintah Sragen Gelar Acara Serah Terima Bantuan CSR dan Halte Bis Trans Jateng

SRAGEN - Bertempat di Ruang Transit Sekretariat Daerah Kabupaten Sragen, Hari Minggu (26/11/2023) pagi, Pemkab Sragen menggelar acara serah terima bantuan lima Halte Bus Trans Jateng dari CSR BUMD Kabupaten Sragen kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Terkait halte Trans Jateng diantaranya Halte Gemolong I oleh Bank Jateng Cabang Sragen, Halte Salem I oleh BPR BKK Karangmalang, Halte Sangiran II oleh BPR Bank Djoko Tingkir serta Halte Kemukus I oleh BPR BKK Jateng dan Halte RSUI Yaksi I oleh Bank Syariah Sragen.
Salah satu momentum acara itu, kelima pimpinan CSR melakukan penandatanganan BAST dan Perjanjian Hibah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kemudian kelima CSR tersebut adalah Bank Jateng Cabang Sragen, Bank BPR BKK Jateng, Bank Djoko Tingkir Sragen, BPR BKK Karangmalang dan BPR Syariah Sukowati.
Ditempay yang sama, Plh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Erry Derima Ryanto mengatakan pihaknya menerima lima halte bus Trans Jateng dari CSR Sragen.
Dengan rute Solo-Sragen (koridor lima) yang melewati daerah wisata di Kabupaten Sragen, seperti Sangiran dan Gunung Kemukus.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Total kebutuhan halte pada rute Solo – Sragen ada 85 buah. Sampai saat ini halte yang sudah dibangun baru 23 buah. Lainnya adalah tempat henti dengan rambu-rambu (bus stop) dan marka yang permanen. Tempat pemberhentian bus masih berupa MMT.” terangnya.
Masih menurutnya, tambahan lima halte bus tersebut sangat mendukung layanan transportasi Bus Trans Jateng. Sehingga penumpang merasa aman, nyaman dari cuaca hujan dan panas harganya murah, dan cepat.
Disisi lain kedepannya akan terus mengkaji pola transportasi di Kabupaten Sragen, agar bus Trans Jateng bisa melewati rute kedalam pusat kota Sragen.
Kebetulan saat ini pihaknya masih fokus wilayah utara Sragen, dalam rangka pengembangan gunung Kemukus dan Sangiran menjadi Kawasan Startegis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur dan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Solo-Sangiran.
Selain itu keberadaan bus Trans Jateng disinyalir dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di wilayah utara bengawan dan mengurangi fatalitas tingkat kecelakaan. Lalu diharapkan dapat menjadi pilihan trasportasi umum khususnya bagi keselamatan anak-anak yang akan berangkat sekolah daripada menggunakan sepeda motor.
Keberuntungan yang ada kecenderungan penumpang (load factor) pada rute Solo-Sragen mengalami peningkatan yang signifikan. Dimana bermula tahun 2021 penumpang hanya 27%, sampai kemudian bulan Agustus 2023 mencapai 62,81% dan bulan Oktober 2023 penumpang mencapai 74%.
Lanjut dia, penumpang Trans Jateng secara keseluruhan setiap tahun mengalami peningkatan. Dimana tahun 2022 penumpang dari tujuh koridor yang beroperasi termasuk di Sragen telah mencapai 6,6 juta penumpang.
“Ada 14 unit armada yang beroperasi di rute Solo-Sragen. Saya harap para pelajar dapat memanfaatkan bus Trans Jateng dan masyarakat yang ingin berwisata atau melakukan kegaiatan sosial bisa menggunakan layanan bus Trans Jateng dengan tarif Rp 4 ribu untuk umum dan Rp 2 ribu untuk pelajar, buruh dan veteran. Bis ini beroperasi setiap hari mulai jam 05.30-19.00 WIB.” bebernya.
Sementara itu, disela acara Wabup Suroto saat dikonfirmasi menyampaikan mengapresiasi dibukanya moda transportasi Bus Trans Jateng di wilayah Utara Bengawan yang dinilai membantu mengurangi kepadatan lalu lintas mulai dari Solo-Sumberlawang hingga Gunung Kemukus.
Dengan dibukanya tujuh koridor Bus Trans Jateng salah satunya koridor Terminal Tirtonadi- Terminal Sumberlawang Ia berharap pelayanan trasnportasi bagi masyarakat Sragen terus meningkat.
“Awalnya Bus Trans Jateng melayani untuk wisata di Sragen seperti Sangiran dan Gunung Kemukus. Seiring berjalannya waktu saat ini Bis Trans Jateng juga melayani anak sekolah sehingga kepadatan roda dua bisa berkurang khususnya di wilayah Gemolong.” tandasnya.
Senada juga diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen, Catur Sarjanto, dia menyatakan Pemerintah Kabupaten Sragen terus mengupayakan terobosan agar jumlah penumpang semakin meningkat, diantaranya dengan membuat rute edutrip yang bekerjasama dengan Pemprov Jawa Tengah.
“Selain melibatkan CSR untuk pembangunan halte bus Trans Jateng, sejak 2022 Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen memberikan himbauan kepada sekolah-sekolah yang dilintasi Trans Jateng untuk melakukan edutrip kunjungan ke Museum Sangiran dengan menggunakan Bis Trans Jateng.” jelasnya.
Lantas melalui dana APBD perubahan tahun 2023 pihaknya melakukan pembangunan infrastruktur dengan pengaspalan di Terminal Sumberlawang. Sehingga dengan pembangunan ini diyakini membantu peningkatan penumpang hingga sekarang. (Awi)












