Terungkap setelah viral film kisah nyata "Vina: Sebelum 7 Hari", ternyata 3 pelaku belum tertangkap

Terungkap setelah viral film kisah nyata "Vina: Sebelum 7 Hari", ternyata 3 pelaku belum tertangkap
Foto: Poster Film `Vina Sebelum 7 Hari` (Akun X @Cinema21)
HUKUM
Kamis, 16 Mei 2024  17:22

'Vina: Sebelum 7 Hari', film berbasis kisah nyata pembunuhan di Cirebon tahun 2016 lalu itu ternyata sangat menarik perhatian masyarakat. Pro dan kontra pun mewarnai film tersebut.

Yang tak kalah menarik, setelah viralnya film itu, polisi tiba-tiba buka suara. Pihak Polda Jabar kembali mengumumkan tiga pelaku pembunuh Vina yang masih buron atau menjadi DPO meskipun telah terjadi pada 2016 lalu.

Dalam Instagram resmi Humas Polda Jabar @humaspoldajabar, pihaknya memposting tiga pelaku yang kini sedang DPO beserta dengan ciri-ciri fisiknya.

Ketiga pelaku pembunuh Vina tersebut merupakan warga Mundu, Kabupaten Cirebon. Ketiganya berasal dari desa yang sama, yaitu Banjarwangunan.

Delapan tahun lalu, Vina dan kekasihnya Muhamad Rizky Rudiana atau Eky jasadnya ditemukan di jalan layang wilayah Cirebon. Semula keduanya dikira korban kecelakaan tunggal, namun ternyata korban pembunuhan.

Dari penyelidikan, para pelaku ternyata merupakan geng motor yang didalangi oleh Egi, teman dari Eky yang dikabarkan memiliki perasaan suka atau ertarik terhadap Vina.

Polisi kemudian berhasil menangkap delapan dari 11 pelaku. Sedangkan tiga pelaku lainnya, termasuk Egi kini masih buron. Di dalam persidangan, delapan dari tujuh pelaku divonis hukuman penjara seumur hidup. 

Rekaman Suara Vina yang Merasuki Sahabatnya

Uniknya, peristiwa meninggalnya Vina terbongkar secara telanjang setelah arwah Vina masuk ke dalam tubuh salah satu sahabatnya membeberkan peristiwa pembunuhan yang dialaminya. Rekaman suara itu kini beredar luas di media sosial, termasuk di TikTok.

Sambil Menangis, Vina dalam rekaman suara itu menceritakan peristiwa meninggalnya dirinya dari mulai dipukul, diperkosa, dibenturkan kepalanya ke motor dan aspal hingga meninggal dunia.

"Dipukul tangan Vina, patah. Bukan diseret pakai motor,dipukul tangan Vina," ujar Vina yang Merasuki tubuh salah sahabatnya sambil Menangis, dalam rekaman suara yang beredar di media sosial.

Rekaman suara Vina saat merasuki salah satu sahabatnya beredar luas karena rekaman suara tersebut dimunculkan dalam film Vina: Sebelum 7 Hari garapan sutradara Anggy Umbara. Rekaman suaranya dimunculkan pada akhir filmnya.

Kepala Vina yang terluka, menurut Vina dalam rekaman suara yang beredar, akibat dibenturkan ke motor dan juga dibenturkan ke aspal oleh geng motor.

"Itu salah satunya ada yang suka sama Vina, namanya Egi. Terus Vina ludahin, dia dendam kayaknya sama Vina," ujarnya.

Keluarga bertanya jalan kemana terakhir kali Vina bersama Eky sebelum diperkosa ramai ramai dan dibunuh oleh geng motor.

"Terakhir dedek jalan jalan di taman sumber. Terus ada yang menghajar Eky dari belakang, motornya jatuh. Terus dedek gak tahu, pingsan. Bangun bangun mata dedek ditutup terus dedek diperkosa mbak," kata Vina menangis. Dia menyebut pemerkosaan terhadap Vina diperlihatkan oleh geng motor kepada kekasihnya, Eky.

Keluarga berusaha menenangkan arwah Vina mengingat kasus pembunuhan ini sudah dilakukan proses penegakan hukum oleh pihak berwajib sejumlah pelaku ditangkap. Vina kemudian menyatakan pelakunya belum ditangkap semua.

"Masih belum semua mbak. Jangan ketipu mbak. Vina sama sama Eky gak diseret pakai motor, tapi tangannya dipukul pakai balok mbak. Yang kabur ke Jakarta itu otaknya mbak," katanya.

Dalam rekaman itu, Vina sempat meminta untuk bertemu dengan mamanya. Namun pihak keluarga menyatakan mamanya masih suka pingsan.

"Mama kerja buat Vina, Vina dibunuh sama orang. Mbak, matiiin semua buat dedek," pinta Vina dan diiyakan saja oleh keluarganya.

Selain itu, Vina juga memberikan penjelasan kenapa kakinya remuk. Dia menyebut kakinya dilindas dengan menggunakan motor. "Vina nggak nabrak mobil, Vina nggak diseret," katanya.

Film penuh tantangan

Tentang Film 'Vina: Sebelum 7 Hari' yang dibuat oleh sutradara Anggy Umbara sebenarnya bukan tanpa risiko. Sejak awal film ini dibuat, intervensi dari pihak yang tidak bertanggung jawab sudah terjadi.

Namun keinginan kuat Anggy Umbara dan tim untuk memfilmkan kasus meninggalnya Vina yang diperkosa ramai-ramai hingga dibunuh secara sadis di Cirebon pada tahun 2016 silam dengan harapan tidak muncul kasus serupa di masa depan, jauh lebih kuat dari pada sekedar risiko yang harus mereka hadapi.

Anggy Umbara bercerita, di hari kelima menjalani syuting di Cirebon, ada sejumlah orang yang mengaku-ngaku sebagai polisi meminta skenario film 'Vina: Sebelum 7 Hari'.

"Hari kelima syuting di Cirebon di jalan raya, kita kan menutup setengah jalan. Tiba-tiba kita didatangi sama, kita bilangnya oknum ya, mengaku polisi menghentikan syuting. Mereka minta skenario," kata Anggy Umbara dalam jumpa pers di bilangan Epicentrum Rasuna Said Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Menghadapi tantangan ini, sikap Anggy Umbara dan tim sangat tegas tidak mau memberikan skenario kepada pihak yang tidak terlibat dan tidak ada kaitannya dengan proses produksi film Vina.

"Langsung telepon Pak Dheeraj gimana cara handle ini. Saya takut kenapa-kenapa nih, khawatirnya bukan polisi atau gimana. Kita kan nggak tahu," cerita Anggy.

Alih-alih memberikan naskah skenario film Vina: Sebelum 7 Hari ke pihak yang mengaku-ngaku sebagai polisi, Anggy Umbara dan tim justru bergerak cepat menyelamatkan data hasil syuting yang sudah dikerjakan selama 5 hari di Cirebon. Mereka menyelamatkan data itu khawatir dirampas membuat aktivitas syuting mereka jadi sia-sia.

"Akhirnya kita sepakat hard disk yang sudah kita syuting 5 hari itu langsung dibawa lewat belakang ke Jakarta. Tinggal gimana caranya kita handle orang-orang ini," paparnya.

Setelah itu, Anggy Umbara dan tim kemudian  mencari jaringan pertemanan yang memiliki kedekatan dengan kepolisian untuk mengadukan hal tersebut.

"Kita coba cari beberapa koneksi yang dekat dengan kepolisian, dengan Kapolres yang kita kenal. Setelah komunikasi (dengan pihak kepolisian), orang-orang itu tiba-tiba hilang. Kayaknya ada pihak yang nggak suka mungkin pada film ini," kata Anggy Umbara.

Lebih lanjut dia mengatakan, sejak awal menjalani proses syuting film Vina: Sebelum 7 Hari, dia dan tim sebenarnya mulai merasakan bakal ada tantangan bahkan resiko yang harus dihadapi. Misalnya saat syuting di alun-alun, tiba-tiba saja muncul segerombolan motor mengganggu proses syuting.

"Dari sejak syuting di alun-alun saja berisik sekali dikelilingi sama banyak motor. Nggak tahu itu geng motor atau apa, tapi mengelilingi lokasi syuting kita. Kita harus tunggu mereka (pergi baru lanjut syuting)," katanya.

TAG:
#vina sebelum 7 hari
#kisah nyata
#viral
#vina cirebon
#pembunuhan
Berita Terkait
Viral polisi teriaki pemotor ''Monyet'', Dirlantas Polda Metro minta maaf
Viral polisi teriaki pemotor ''Monyet'', Dirlantas Polda Metro minta maaf
Viral polisi teriaki pemotor ''Monyet'', Dirlantas Polda Metro minta maaf
Viral polisi teriaki pemotor ''Monyet'', Dirlantas Polda Metro minta maaf
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tebar Semangat Toleransi melalui Bakti Religi di Rumah Ibadah
Driver Ojol Pelaku Kekerasan Seksual Anak Ditangkap di Gandus, Polrestabes Palembang Pastikan Proses Hukum Maksimal
Isu Mengejutkan: Dugaan Pemerasan Rp1,05 Miliar Terhadap 21 Anggota DPRD, Nama Kasi Pidsus Indra Susanto Disorot
Rotasi Kapolda Kalbar Dpp lsm Maung Ucapkan Terima Kasih Kepada Irjen Pipit Rismanto, Sambut Pemimpin Baru 
Harga Ikan di Pasar Cibaraja Stabil, Dinas Perikanan Sukabumi Pastikan Pasokan Aman
Indeks Berita