Terobosan Baru Pengembangan Argo Wisata Margo Lawu di Lahan Kodam Diponegoro, Pihak Pengelola Bakal Menggandeng Pihak Ketiga Khususnya Awak Media

KARANGANYAR - Saat berkunjung ke Karanganyar Jawa Tengah rasanya tak lengkap jika tak meluangkan waktu untuk menikmati indahnya alam di daerah ini. Pasalnya, di wilayah daerah masuk Kabupaten Karanganyar ini memiliki banyak destinasi wisata alam yang sayang untuk dilewatkan.
Salah satunya adalah kebun teh Kemuning, yang terkini tanah dibawah naungan Kodam IV Diponegoro yang dikelola PT Rumpun Sari Kemuning dekat area perkebunan itu tepatnya di Argo Wisata Margo Lawu juga bakal hadir dengan wajah baru dan mulai direlokasi.
Perkebunan ini cukup populer, salah satu terbaik di Indonesia. Dikenal baik di kalangan lokal maupun luar daerah. Objek wisata ini cukup ramai dikunjungi pengunjung, khususnya saat hari libur. Pengunjung pun akan dimanjakan dengan pemandangan yang hijau di sejauh mata memandang.
Pantauan awak media dilokasi, lokasi yang direlokasi saat ini cocok untuk dijadikan destinasi wisata dengan situasinya sejuk dan asri. Memberikan kesan yang menyegarkan, sehingga cocok dijadikan alternatif saat ingin melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan.
Oleh pihak PT RSK kemudian didukung Kodam IV Diponegoro sedang mengkaji terkait strategi berbagai konsep pengembangan dilokasi area Argo Wisata Margo Lawu. Strategi dimulai dari penataan, pengembangan infrastruktur beserta tata ruangnya.
Satuan anggota perwakilan dari Kodam IV Diponegoro, Rudi Wijaya, yang kebetulan ikut mengawasi dan mengawal jalannya relokasi saat dikonfirmasi dilokasi Argo Wisata Margo Lawu menyampaikan berbagai konsep strategi pengembangan untuk bisa memajukan destinasi wisata tersebut.
Dimana akan dibangun mulai dari lokasi parkir, rest area, pondok pesantren hingga resort atau hotel di kawasan ini. Tapi, pengelola berupaya memberdayakan masyarakat sekitar sebagai pekerjanya dengan menyiapkan “home stay”.
"Dalam pengelolaan area, aspek utama yang diperhatikan dengan membuat spot-spot untuk berfoto dan sarana seperti gazebo untuk pengunjung yang ingin menikmati suasana kebun teh. Nanti juga akan membentuk suatu struktur sebagai pengelola wisata, seksi parkir, seksi kebersihan, seksi keamanan, atau seksi lain dengan tugasnya masing-masing," beber Rudi.
Lanjutnya, untuk lebih memajukan lokasi wisata harus paham beserta berupaya meningkatkan promosi dan daya saing produk. Bisa mendorong, memperkuat investasi, meningkatkan daya saing dan daya-sanding. Selanjutnya memperkuat ketersediaan infarastuktur yang bermutu, meningkatkan sinkronisasi, harmonisasi dan berbagai kesinergian.
Maka dari itu pengelola obyek wisata nantinya akan membentuk suatu struktur organisasi sebagai pengelola wisata, seksi parkir, seksi kebersihan, seksi keamanan, seksi loket masuk wisata, dengan tugasnya masing-masing.
Selain menawarkan pemandangan yang menawan di obyek wisata ini juga memberikan nilai edukatif dengan menyaksikan langsung proses aktivitas perkebunan, mulai tanam, petik hingga proses pengolahan teh sampai pengemasannya untuk siap jual. Perkebunan teh Kemuning menyajikan segala yang ada secara alami dan “kuno”.
"Ini murni lahan Kodam Diponegoro dijadikan Kawasan Agrowisata, tidak ada alih tangan apalagi jual beli aset. Semua sudah melalui studi kelayakan pengembangan kawasan agrowisata dengan menggali potensi sekaligus merencana ide brilian di lahan berukuran di perkebunan teh lereng Lawu ini. Aspek penting pengembangan pariwisata ditakar dari aksesibilitas, transportasi dan atraksi,"terangnya.
Satuan perwakilan dari Kodam IV Diponegoro, Rudi R dalam kunjungan lapangan kekawasan wisata tersebut mengatakan pemaparan kerjasama berbagai pihak terkait konsep pengembangan kebun teh nantinya akan ditampung dan disampaikan ke panglima kodam.
Pada prinsipnya, keinginan kerjasama pihak-pihak ketiga itu disambut positif Kodam IV Diponegoro yang menguasai area kebun. Namun tidak dipungkiri saat ini secara resmi juga telah menggandeng resmi awak media dan lembaga.

Disisi lain, berbagai pemaparan pun juga disampaikan sebelumnya oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang telah purna beberapa waktu lalu itu, dia memastikan uji kelayakan pengembangan kawasan wisata area Kemuning bervisi jelas. Menurutnya, terbuka banyak alternatif konsep pengembangan di kawasan itu.
Dalam pemaparan, sarana transportasi umum menuju kebun teh Kemuning, Ngargoyoso belum tersedia maksimal sedangkan panorama alam masih mendominasi aspek atraksi.
"Juga disiapkan jembatan kaca di atas kebun teh. Kemudian kuliner dan tempat parkir representatif. Yang paling penting, konsep ini mendapat lampu hijau dari Kodam Diponegoro. Kalau bisa, kerjasama ini berlangsung sampai puluhan tahun ke depan, tandasnya.
Dari 70 hektare lahan di kebun teh, penggunaan aset milik Kodam IV Diponegoro itu hanya sekitar 11 hektare oleh Pemkab yang tersebar di sejumlah titik. Adapun luasan 3 hektare diantaranya untuk operasional pengelolaan.
"Selama ini kami melihat dan memperhatikan kemudian meninjau. Semoga pembahasannya menuju ke arah lebih baik. Karena kami juga berharap adanya penambahan destinasi wisata," ujarnya beberapa waktu lalu.
Salah satu keunikan lain diwisata ini bagi pengunjung yang datang ke kebun teh pada pagi hari, biasanya akan bertemu dengan beberapa petani yang tengah memetik daun teh.
Disisi lain pengunjung juga bisa menyapa dan ikut memetik pucuk daun teh tersebut di tengah suasana sejuk, sambil bercengkrama bersama para petani teh.
"Sepanjang area kebun teh ini juga disediakan beberapa peralatan untuk memanen daun teh, pengunjung yang ingin berfoto pose ala petani teh yang sedang memanen juga bisa. Diarea ini bisa berfoto sepuasnya," urai Suryanto (43) salah seorang pengunjung yang dijumpai awak media.
Disimpulkan dari pengamatan para pengunjung, strategi pengembangan yang digunakan di kebun teh itu sudah banyak sesuai standart. Promosi yang dilakukan oleh manajemen Agrowisata kebun teh juga banyak menggandeng keterlibatan berbagai pihak akan membuat lebih optimal dalam membantu memajukan obyek wisata Kebun Teh Kemuning yaitu dengan ikut melestarikan keasrian
"Walaupun tidak semua masyarakat ikut andil dalam pengelolaan, obyek wisata kebun teh kini sudah lebih baik daripada sebelumnya. Saat ini obyek wisata kebun teh sudah telihat menarik dengan adanya penambahan fasilitas. Harapan kami pihak pengelola yang sudah mempersiapkan beberapa terobosan atau strategi salah satunya bekerjasama dengan berbagai elemen membuat Argo Wisata Margo Lawu makin keren." bebet dia. (Awi/Tim)












