Reputasi LBH Mawar Saron Sudah Teruji, YG Percayakan Penuh Pendampingan Hukum Kasus Dugaan Penggelapan Mobil

Reputasi LBH Mawar Saron Sudah Teruji, YG Percayakan Penuh Pendampingan Hukum Kasus Dugaan Penggelapan Mobil
Foto: Kantor LBH Mawar Saron dan Hotma Sitompoel (Dok. Media Trans)
HUKUM
Jumat, 08 Sep 2023  16:52

YG telah menguasakan pendampingan hukum terkait kasus dugaan penggelapan mobil yang menjeratnya kepada pengacara-pengacara di Lembaga Bantuah Hukum (LBH) Mawar Saron, dan hingga proses hukumnya selesai dia tetap berharap bantuan dari LBH tersebut.

Demikian ditegaskan oleh AG, abang YG, mewakili pihak keluarga YG.

“LBH Mawar Saron di bawah binaan pengacara kondang Dr. Hotma P. D. Sitompoel, S.H., M.Hum, sudah tidak perlu kita ragukan dan pertanyakan lagi, baik kemampuan maupun integritas pengacara-pengacara di LBH tersebut,” ujar AG.

Demikian disampaikan AG setelah bersama YG bertemu dengan Masda Greisyes Nababan, SH, di Kantor LBH Mawar Saron. 

Masda Greisyes Nababan, SH, bersama  Eprina Mawati BR. Siboro, SH, MH, dan Yoshua Ferdinan Napitupulu, SH, adalah pengacara-pengacara LBH Mawar Saron yang mendampingi YG. 

"Inti dari pertemuan itu adalah menegaskan komitmen kami dari pihak keluarga untuk mempercayakan penuh pendampingan hukum adik kami kepada LBH Mawar Saron, sembari mensinergikan dengan apa yang pihak keluarga bisa lakukan," imbuh AG. 

Pihak keluarga YG yakin pengacara-pengacara dari LBH Mawar Saron akan mampu mengungkap permasalahan yang sebenarnya, bahwa YG sebenarnya tidak bersalah atau setidaknya bukan pelaku utama atas kasus penggelapan mobil yang dilaporkan oleh leasing Adira Finance itu.

“Sangat cukup alat bukti bahwa adik kami hanya dipinjam namanya oleh Ibu TO, dalam dalam kapasitas YG sebagai karyawan dengan Ibu TO sebagai Direktur di perusahaan yang sama, tentu adik kami tidak berdaya untuk menolak,” imbuhnya.

Selain itu ada keterlibatan oknum dari leasing karena pemindah tanganan unit mobil dari TO kepada seseorang yang berinisial W disaksikan oknum leasing berinisial R. 

"Artinya pihak leasing, minimal oknumnya, sudah tahu bahwa unit mobil sudah berpindah tangan, sehingga waktu pengajuan restrukturisasi kredit oknum tersebut juga yang mengarahkan untuk edit foto unit mobil," lanjut AG. 

“Itu antara lain dari beberapa hal yang belum sempat disampaikan oleh adik kami kepada penyidik, terutama terkait keterlibatan oknum-oknum dari leasing serta apakah Ibu TO itu meminjam nama adik kami sebagai beliau pribadi atau atas nama perusahaan. Ini juga harus diungkap secara jelas. Itu juga kami konsultasikan dengan pengacara,” imbuhnya.

AG menambahkan, dia mewakili keluarga selalu mendampingi YG serta memberikan advis, karena memang sudah menjadi kewajibannya sebagai abang kandung untuk memberikan bantuan, rasa aman dan nyaman kepada adiknya.

“YG secara psikis jelas sangat tertekan, karena sama sekali tidak menyangka urusan pinjam nama oleh atasannya yang sekaligus masih kerabat kami serta hubungan baik selama ini akhirnya menyeret dia ke dalam masalah hukum yang menjadikannya sebagai tersangka. Namun kami tetap faham batas-batasnya, tahu kapasitas kami, apalagi ada LBH Mawar Saron selaku kuasa hukum adik kami,” tegas AG.

Selain itu, AG yang belum lama ini memimpin tim yang berhasil mengungkap kasus hilangnya seseorang yang dituding sebagai pelaku narkoba namun kemudian diketahui tewas akibat penganiayaan oleh oknum-oknum polisi dari Ditreskarkoba Polda Metro Jaya itu, juga ingin membantu kepolisian dalam hal ini penyidik di Polres Metro Jakarta Utara (Polres Jakut) agar pelaku utama dan pihak-pihak yang terlibat termasuk oknum dari leasing berhasil diungkap dan dijerat secara hukum.

Menurut dia, selain oknum-oknum dari pihak leasing, suami TO selaku direktur utama dan mertua TO selaku komisaris PT. Akses Karya Dinamika (PT. AKD) harus juga diperiksa agar jelas apakah tanggung jawab TO pribadi ataukah perusahaan.

“Jika pihak penyidik membutuhkan bantuan kami, sebagai warga negara yang baik dengan senang hati kami akan membantu,” pungkasnya.

TAG:
#lbh mawar saron
#polres jakut
#polda metro
#adira
#penggelapan
Berita Terkait
Terlibat Jual Beli Senpi, Tiga Anggota Polisi Diproses
Terlibat Jual Beli Senpi, Tiga Anggota Polisi Diproses
Terlibat Jual Beli Senpi, Tiga Anggota Polisi Diproses
Terlibat Jual Beli Senpi, Tiga Anggota Polisi Diproses
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Dijanjikan Ribuan Foodtray MBG Impor, Pengusaha Kayu Agung Malah Rugi Rp500 Juta
Dandim 1016/Plk Berikan Motivasi Kepada Ratusan Siswa SMA Negeri 5 Palangka Raya
Sorotan terhadap Proyek Rehabilitasi Kantor Camat Muara Belida
Logo Mitra Aliansi Terpajang Bertahun-tahun di Kantor PT SAIND, Status Kemitraan Dipertanyakan
Jalan Kecamatan Muara Telang Rusak Parah, Warga Soroti Ketimpangan Status Lumbung Pangan Nasional
Indeks Berita