Modus Penyalahgunaan BBM Subsidi eks Soloraya Banyak di Temukan, Awi Sragen: Aparat Banyak Kecolongan Aksi Para Mafia Lendir Hitam Itu

Modus Penyalahgunaan BBM Subsidi eks Soloraya Banyak di Temukan, Awi Sragen: Aparat Banyak Kecolongan Aksi Para Mafia Lendir Hitam Itu
Foto: Pegiat media dan aktivis Soloraya Awi dan rekan-rekan. (Dok)
SOLO RAYA
Kamis, 30 Nov 2023  01:15

SOLORAYA - Sudah bukan rahasia umum lagi jika Negara Republik Indonesia mengalami kerugian besar dalam mengatur subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam hal Solar Subsidi. Aksi para mafia BBM ini kian merajalela di Jawa Tengah, khususnya lagi menyorot diwilayah eks Soloraya. 

Hal itu berdasarkan beberapa hasil olah data dilapangan maupun kasus sampai mencuat dipublik pula yang secara kongkrit baik melihat dan mengklarifikasi langsung terkait sepak terjang mereka. 

Data tercatat sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menyebut selama 2023 ini banyak temuan dan pengungkapan kasus baik BBM subsidi jenis pertalite maupun Solar di Jawa Tengah. Kemudian yang akhir ditambah bulan Oktober 2023 kemarin tercatat setidaknya terjadi lima kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi dan penugasan.

Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho mengatakan Polda Jawa Tengah juga telah menindak kasus penyalahgunaan BBM subsidi tersebut. Volume penyalahgunaan BBM subsidi yang ditangani kepolisian mencapai 199.250 liter, 90% di antaranya adalah BBM Biosolar bersubsidi dan 10% nya adalah BBM Pertalite (BBM penugasan).

Penindakan penyalahgunaan BBM bersubsidi penting dilakukan sebab ada anggaran negara yang disalurkan melalui BBM Bersubsidi. dari banyaknya kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi, paling banyak modusnya adalah melakukan penimbunan dan penyelundupan BBM subsidi dengan cara pembelian BBM subsidi dengan cara melangsir, memodifikasi tangki BBM, dan menggunakan jerigen. Setelah ditimbun kemudian dijual kembali kepada para pelaku industri dengan harga yang lebih murah dari harga BBM industri Pertamina.

"Ada uang negara dan hak masyarakat yang berhak menikmati BBM dengan harga terjangkau pada BBM subsidi yang kami salurkan. Pertamina Patra Niaga sangat mengapresiasi dan mendukung langkah Polri untuk melanjutkan pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi dan menindak oknum yang melakukan tindakan tersebut," ucapnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan disparitas harga BBM subsidi dan BBM industri menjadi celah bagi para pelaku untuk menjual BBM subsidi kepada para pelaku industri dengan harga yang lebih murah dari harga resmi BBM Industri di Pertamina.

"Kami akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai pihak, ini tidak dapat dilakukan sendirian. Selain regulasi, pengawasan bersama adalah cara yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kembali penyalahgunaan. Agar BBM subsidi dan penugasan ini disalurkan dengan tepat sasaran," terangnya. 

Soal kasak kusuk seputar penyalahgunaan BBM subsidi yang kian menjamur di eks Soloraya terasa membuat para awak media bukanlah rahasia umum dan informasi yang tabu lagi terdengar ditelinga. 

Aktivis Sragen sekaligus Wartawan Soloraya, Awi atau yang biasa disapa Boeng Awi, pasca rapat koordinasi internal bersama tim investigasi, beberapa waktu lalu pada akhirnya angkat bicara terkait seputar permainan dibalik lendir hitam para mafia itu. 

Dibeberkannya dia menyebut bahwa pihak aparat banyak yang kecolongan dengan aksi mereka, karena sistem yang diterapkan sudah berstruktur dan terkoordinir. Namun tidak menutup kemungkinan banyak yang bersuit bahwa mereka asyik melenggang kangkung karena adanya backing serta oknum-oknum yang telah terkondisikan. 

Seperti diketahui, menilai lonjakan industri makro serta kebutuhan infrastruktur jalan memang kerap menggunakan solar bersubsidi. Disinilah tercium para pebisnis memainkan deal-dealan dengan para pelaku usaha ilegal solar bersubsidi. Prensentasi pemain BBM subidi ada yang Pertalite dan Solar, namun lebih terbanyak pada solarnya. 

Soal motif perampokan terselubung yang sering ditemui dilapangan, aksi para mafia lendir hitam atau solar itu motifnya yakni menyedot BBM Solar bersubsidi dari SPBU atau POM bensin. Untuk mengelabuhi mata umum, mereka memodif atau merakit armada kendaraan roda 4 mereka, bahkan juga memakai armada roda 6 hingga roda 8 nya dengan tabung besar yang memuat lebih dari 600 liter, bahkan sampai 8 ton.

“Investigasi tim kami melaporkan kendaraan para pelaku perampok solar bersubsidi di modifikasi menggunakan tabung besar di dalam kendaraannya, mereka merakitnya, sehingga kalau dilihat kasat mata tak mencurigakan, akan tetapi dalam pengisian di POM Bensin jika kita amati normalnya kendaraan roda 4 mengisi lebih dari 5 menit. Begitu juga kendaraan yang roda 6 dan roda 8." jelasnya.

Dia juga membeberkan, temuan soal aksi mafia baik dari para pengangsu hingga penimbun BBM bersubsidi itu atas penelusuran dari tim investigasi dan laporan kelompoknya dilapangan, kemudian didukung hasil pengumpulan data, dokumentasi dan bukti lainnya secara kongkrit dan valid.

Alhasil terkuak bahwasanya aksi para mafia BBM itu hingga sekarang dipastikan masih bergerak senyap diberbagai SPBU khususnya di wilayah eks Soloraya. 

Awi yang menyebut kelompok mereka dengan sebutan kata banyolan "Mafia Lendir Hitam" itu juga membeberkan, perihal daerah-daerah yang masih aktif menjadi ajang sepak terjang mereka. Dia pun menyebut pada dasarnya setiap per Kabupaten di eks Soloraya dipastikan masih terdapat adanya aktivitas para pemain lendir hitam itu. 

"Kalau dulu terbeken bak pasar malam aksi para mafia lendir hitam banyak ditemukan di Sragen dan Sukoharjo, tapi sekarang ini Sragen sudah banyak yang tiarap. Namun area sepanjang jalan Sukoharjo sampai Wonogiri masih termasuk banyak pemain. Jika Solo dan Karanganyar sedikit, kemudian jika di Klaten dan Boyolali sepertinya masih banyak yang bermain. Monggo, kami siap kuak secara bla bla bla jika ditindak tegas. Apabila hal ini dibiarkan ugal-ugalan terus menerus tak terkendali jelas merugikan besar., “ulasnya.

Awi juga menyebut perampokan berjama’ah yang dilakukan para mafia solar tidak terlepas dari kurangnya pengawasan Kementerian BUMN, Pertamina dan pihak aparat yang kecolongan. 

“Pengawasannya kurang, atau memang ada oknum-oknum dari instansi, BUMN, pemilik SPBU, dan aparat yang bermain. Kalau memang itu terjadi, ini gelombang panas dan harus ditindak tegas. Poksi kami hanya sebatas publikasi hingga pelaporan, tapi soal eksekusi hingga penindakan para pendekar lendir hitam itu yang berwenang pihak APH dan BPH Migas atau Pertamina.“ pungkasnya. (Tim) 

TAG:
#bbm
#mafia
#subsidi
#soloraya
#pertamina
Berita Terkait
Salah Satu SPBU Sragen Timur di Duga Masih Nakal, Ternyata Aktif Adanya Jerigen Boyong BBM Pertalite Juga Penampakan Truk Gondol Solar
Salah Satu SPBU Sragen Timur di Duga Masih Nakal, Ternyata Aktif Adanya Jerigen Boyong BBM Pertalite Juga Penampakan Truk Gondol Solar
Salah Satu SPBU Sragen Timur di Duga Masih Nakal, Ternyata Aktif Adanya Jerigen Boyong BBM Pertalite Juga Penampakan Truk Gondol Solar
Salah Satu SPBU Sragen Timur di Duga Masih Nakal, Ternyata Aktif Adanya Jerigen Boyong BBM Pertalite Juga Penampakan Truk Gondol Solar
Rekomendasi
1
2
3
4
5
6
7
Kejati Sumsel Selamatkan Uang Negara Rp1,2 Triliun, Tiga Tersangka Baru Kasus KUR Mikro Ditahan
Pemdes Upang Makmur Salurkan BLT Dana Desa (DD) Tahap Pertama untuk Lansia
TNI Hadir Untuk Rakyat, Pembangunan Jembatan Garuda Memasuki Proses Perakitan Besi WF
Imigrasi Klaim Dokumen Lengkap, Keberadaan TKA China di PLTSa Kramasan Tetap Jadi Sorotan
Polda Sumsel Percepat Identifikasi Korban Kecelakaan Maut di Posko DVI Palembang
Indeks Berita