KIR kedaluwarsa, sasis tua bodi baru, sejumlah fakta bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok yang alami kecelakaan

Sejumlah fakta terungkap usai kecelakaan maut yang dialami oleh bus berisi siswa SMK Lingga Kencana Depok itu.
Dimana salah satunya terkait KIR dari bus yang ditumpangi siswa SMK Lingga Kencana Depok tersebut sudah kadaluarsa sejak Desember 2023 lalu.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membenarkan hal tersebut dan meminta Perusahaan Otobus (PO) agar rutin melakukan uji kelaikan jalan kendaraan bus demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan saat dalam perjalanan.
Dia menjelaskan, pada aplikasi MitraDarat ada fitur untuk mengecek kelaikan jalan angkutan bus baik bus angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun pariwisata. Masyarakat tinggal memasukkan nomor kendaraan pada fitur "Cek Laik" di aplikasi nanti keluar keterangan bus tersebut laik jalan atau tidak.
Dia menyampaikan laik atau tidaknya kendaraan akan terlihat dari izin operasional angkutan dan keterangan kelulusan uji berkala, yang akan muncul ketika nomor kendaraan dimasukkan pada aplikasi.
“Kepada seluruh masyarakat yang menggunakan angkutan umum bus dapat memeriksa kelayakan kendaraan sebelum keberangkatan pada aplikasi MitraDarat yang dapat diunduh pada smartphone,” ujar Aznal.
Sementara itu fakta-fakta lainnya dibongkar oleh netiizen, salah satunya pemilik akun X @ITSumatera_yai menganalisa struktur rangka bus diperkirakan cukup kuat. Setidaknya menurut dia PO Trans Putera Fajar melakukan perombakan bodi bus yang cukup serius.
Masalahnya adalah perombakan bodi bus ternyata dilakukan tidak seimbang dengan sasis. Bodi bus menurut dia terlalu tinggi.
"Yang jadi masalah, manut data KIR MD (itupun mati tahun lalu), gak salah liat itu sasis AK1J berkelahi dengan bodi setinggi itu? Hasil rombak pula," tulisnya.
Diketahui bus yang digunakan PO Trans Putera Fajar untuk membawa anak-anak sekolah SMK Lingga Kencana memang mengalami perombakan bodi bus. Bodi bus diduga dibuat lebih tinggi. Begitu juga dengan dek bus yang mengalami peninggian aga nampak "kekinian".
Alhasil menurut netizen lainnya bus tersebut sangat wajar jika mengalami limbung. Bodi yang lebih besar dari kenormalan menurut netizen akan membuat rem bekerja keras dan bisa saja membuat rem blong.
"Sasis tenaga seadanya dengan rem yang ah sudahlah nopang bodi setinggi itu," keluh pemilik akun X @ITSumatera_yai.
Sementara netizen lainnya juga mengeluhkan mengenai sasis Hino AK1J yang sudah cukup lama. Menurutnya sasis tersebut sudah cukup berumur dipakai untuk kepentingan komersial.
Kalaupun masih digunakan, mereka meyakini harusnya sasis itu dipakai untuk jarak pendek. Terlebih lagi menurut mereka bus nahas itu sudah berusia 18 tahun.
"Rilis pertama 2006, ganti body kemungkinan udah 2 kali kalo nggak salah satunya cuma ganti muka. Terus pindah tangan beberapa kali baru dirombak brutal jadi bodi yang kayak sekarang," kritik pemilik akun X @ITSumatera_yai.












